BBC navigation

Denda bagi pemburu hewan langka

Terbaru  25 Mei 2012 - 08:35 WIB
Elang Filipina

Kelompok konservasi menyebutkan jumlah elang Filipina di alam liar sekitar 250 ekor.

Hukuman ringan terhadap pelaku yang menembak burung elang yang langka, dikritik oleh kelompok konservasi.

Rabu lalu, Pengadilan Filipina menjatuhkan hukuman denda sebesar 100.000 peso atau sekitar Rp 21,7 juta terhadap Bryan Balaon, karena terbukti menembak dan memakan binatang langka.

Kasus ini merupakan yang pertama menggunakan hukum alam liar yang diterbitkan 2001 lalu.

Pria berusia 26 tahun ini menembak dan memakan elang Filipina, yang merupakan salah satu burung langka, pada 2008 lalu.

Tetapi para aktivis mengatakan denda yang dijatuhkan kepada Balaon, hanya 'tamparan kecil'.

Kelompok konservasi yakin bahwa jumlah elang Filipina dibawah 250 ekor di alam liar.

Elang yang dikenal dengan nama Pithecophaga Jefferyi ini tengah dipertimbangkan untuk menjadi burung nasional negara tersebut.

Tamparan ringan

Dalam undang-undang yang berlaku di Filipina, membunuh seekor spesies langka akan dihukum penjara, denda atau keduanya.

Dennis Salvador, Presiden Kelompok Konservasi Yayasan elang, mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa hukuman itu menyebabkan hilangnya peluang untuk mengirimkan pesan penting ke para pemburu gelap.

"Kami melihat denda itu menyedihkan. Dia hanya mendapatkan tamparan di tangan," tambah dia.

Pejabat alam liar telah menemukan bangkai burung itu di Taman Nasional setelah dilepas kembali ke alam dengan menggunakan alat pelacak. Hewan itu berhasil diselamatkan dari kurungan pada 2006 lalu.

Sebelumnya, Balaon mengatakan bahwa dia menembak elang dengan senapan angin dan makan hewan itu bersama temannya, tanpa mengetahui bahwa itu merupakan burung langka.

Pengacaranya mengatakan kepada media lokal, bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.