Menara tertinggi dunia di Tokyo

Terbaru  22 Mei 2012 - 17:15 WIB
Tokyo Skytree

Tokyo Skytree memiliki dua lantai observasi yang dapat menampung dua ribu orang.

Tokyo Skytree -menara penyiaran tertinggi di dunia yang mencapai 634 meter- sudah dibuka untuk umum.

Menara yang dibangun dalam waktu tiga setengah tahun itu, dua kali lebih tinggi dari Tokyo Tower -yang menjadi gedung pencakar langit di ibukota Jepang itu sejak 1960-an.

Daya tarik utama dari gedung berbentuk jarum itu adalah dua lantai observasi pada ketinggian 350 meter dan 450 meter di atas permukaan.

Gedung Burj Khalifa di Dubai tetap merupakan gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter.

Skytree juga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Menara Eiffel di Paris. Menara ini digunakan untuk penyiaran di seluruh Tokyo.

Dua lantai observasi

Gedung & Menara tertinggi dunia

  • Burj Khalifa (Dubai, 828m)
  • Taipei 101 (Taipei, 508m)
  • Shanghai World Financial Center (Shanghai, 492m)
  • International Commerce Centre (Hong Kong, 484m)
  • Petronas Tower (Kuala Lumpur, 452m)
  • Menara, Tokyo Skytree (Tokyo, 634m)
  • Canton Tower (Guangzhou, 600m)
  • CN Tower (Toronto, 553m)
  • Ostankino Tower (Moscow, 540m)
  • Oriental Pearl Television Tower (Shanghai, 468m)

Badan penyiaran utama nasional Jepang, seperti NHK, dilaporkan akan mulai menggunakan menara ini mulai tahun depan.

Lantai pertama observasi Skytree dapat menampung sekitar 2.000 orang dan lantai kedua menampung sekitar 900 orang.

Menara ini tidak terkena kerusakan pada saat gempa melanda Jepang bulan Maret 2011.

Bencana ini menyebabkan mundurnya penyelesaian pembangunan sekitar dua bulan dan pembangunan dilanjutkan kembali.

Media-media setempat menulis bahwa Menara Skytree menjadi salah satu bukti bahwa Jepang memiliki gedung yang tahan gempa dan juga sebagai simbol ketahanan.

Walaupun hujan, penduduk dan turis tetap berkumpul Selasa (22/05) untuk naik ke menara tertinggi di dunia ini.

"Saya telah menunggu lama," kata Ayumi Nakazawa, yang mendapatkan tiket untuk pembukaan menara.

"Saya tidak dapat melihat jauh (karena hujan) namun sangat menyenangkan," kata Nakazawa kepada para wartawan setelah menjadi pengunjung resmi pertama lantai pengamatan.

Sektor wisata Jepang yang terguncang akibat gempa dan tsunami mengharapkan menara ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.