BBC navigation

Sampel darah Reagan dilelang

Terbaru  22 Mei 2012 - 14:31 WIB

Upaya pembunuhan Ronald Reagan terjadi pada tanggal 30 Maret 1981.

Yayasan mantan Presiden AS Ronald Reagan mengungkapkan kemarahan setelah sebuah botol yang disebut berisi sampel darahnya dijual dalam lelang internet.

Lenang PFC menyatakan darah itu diambil dari Reagan setelah kegagalan upaya pembunuhan terhadap dirinya pada tahun 1981 silam.

Situs PFC menaruh harga tawaran terbaru untuk botol berisi sampel darah tersebut sebesar £6.270 atau sekitar Rp92 juta.

John Heubusch, direktur eksekutif yayasan Reagan mengatakan, jika benar itu darah Reagan, maka akan berjuang untuk menghentikan ''tindakan pengecut'' tersebut.

"Jika cerita itu benar, itu adalah tindakan pengecut dan kami akan memakai langkah hukum untuk menghentikan penjualannya,'' katanya.

Dia mengatakan rumah sakit tempat dimana Reagan dirawat telah menjamin bahwa penyelidikan tengah dilakukan untuk mencari tahu ''bagaimana tindakan semacam itu bisa terjadi''.

'Residu'

Botol kaca ini disebut-sebut berisi residu darah Ronald Reagan dan dijual Rp92 juta.

Lelang PFC yang berkantor di Guernsey Kepulauan Channel Inggris, memasang sebuah gambar botol di situs internet dengan mencantumkan nama presiden.

Situs itu menyebut ''residu darah kering'' bisa dengan jelas terlihat di dalam botol gelas ukuran 13 cm.

Selain botol, juga terdapat surat dari penjualnya yang mengatakan mendiang ibunya bekerja di laboratorium yang melakukan uji darah di Rumah Sakit Universitas George Washington setelah insiden penembakan Reagan.

"Barang ini menjadi milik keluarga saya sejak ... hari Presiden Reagan ditembak di Washington DC,'' demikian isi surat tersebut.

Reagan mengalami luka di paru-paru dan pendarahan internal ketika ia ditembak oleh John Hinckley Jr di luar Washington Hilton Hotel.

Hinckley kemudian dinyatakan tidak bersalah karena dianggap tidak waras dan dirawat di rumah sakit jiwa.

Reagan, yang dua kali menjabat presiden, wafat di usia 93 tahun pada tahun 1994.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.