Mahatma Gandhi dan teh India

Terbaru  7 Mei 2012 - 09:42 WIB
Teh India

India merupakan salah satu negara produsen teh terbesar di dunia.

Teh merupakan minuman paling populer di India pada saat ini dan beberapa tahun mendatang, akan secara resmi mendapatkan persetujuan untuk menjadi minuman nasional negara itu.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, muncul banyak kecurigaan dan kekhawatiran.

Kebijakan kolonial Inggris pada awal abad 19, membuat India menjadi produsen teh terbesar di dunia sampai 2006, sebelum digantikan oleh Cina.

Tetapi, berbeda dengan Cina, sebagian besar orang India tidak memiliki tradisi minum teh.

Pada akhir dekade 1950-an, pemimpin nasionalis Mahatma Gandhi mengurangi permintaan domestik, dan membuat India mengekspor lebih dari setengah hasil tehnya.

Sejak dulu teh asal India merajai pasar internasional.

Viceroy Curzon memperkenalkan undang-undang tentang teh pada 1903 yang mengatur tentang pajak perdagangan teh, meningkatkan simpanan dan pemasaran.

Selama dua dekade sebelumnya saham Cina di pasar teh London jatuh dari 70% ke 10%, dan sebagian besar digantikan teh asal India dan Sri Lanka.

Pada 1990, teh menjadi sumber pengeluaran terbesar rumah tangga Inggris, tetapi pasarnya tidak meningkat.

Tradisi minum teh

Asosiasi Teh India, sebuah kelompok industri yang didirikan perusahaan Inggris, menjadi pasar terbesar kedua, AS - yang merupakan penjajah selama 150 tahun sebelumnya telah menggunakan oposisi untuk meningkatkan pajak teh sebagai upaya untuk mendapatkan kemerdekaan.

Ketika ekonomi AS dan harga teh di London jatuh pada 1920-an, asosiasi kemudian melirik pasar India.

Poster teh

Promosi teh melalui poster yang dilakukan di India.

Sejak itu pembuatan teh tidak hanya dinikmati suku Singphos dan Khamtis dari Burma yang mendiami wilayah perbukitan di India, yang memiliki tradisi minum teh selama berabad-abad.

Di Kalkuta, teh menjadi minuman bagi masyarakat India kelas atas dan menengah, bahkan ibukota India di masa kolonial itu menjadi pelabuhan teh terbesar di dunia.

Sejarahwan Gautam Bhadra mengumpulkan bukti-bukti perkembangan kebiasaan minum teh di India dan Bengali pada 1920-an dan 1930-an.

"Kami menjadi yakin bahwa kebiasaan minum teh di India pada 1920-an tidak hanya berasal dari puisi perayaan yang dipublikasikan di majalah Sahitya," kata dia.

Sebuah sketsa Amritalal Basu pada 1926, juga menunjukan kebiasaan itu.

Di India juga dikenal dengan Chai, minuman teh yang ditambah sedikit susu, yang oleh Professor Philip Lutgendorf dari Universitas Iowa dibawa para penganut Zoroaster- sebuah agama kuno Persia - yang berimigrasi ke Mumbai pada awal abad ke-20.

Tetapi mereka mengubah cara membuat 'chai' di cafe-cafe untuk menyesuaikan dengan selera Inggris-India.

Gandhi dan teh

Masalah teh juga disinggung pemimpin nasionalis India Mahatma Gandhi yang menulis sebuah bab dalam bukunya, A Key to Health, menjelaskan mengapa kandungan teh berpengaruh buruk untuk manusia.

Dia menyebut teh sebagai "sebuah minuman keras", sama halnya dengan tembakau dan kakao.

Kepercayaan luas juga menyebutkan teh menyebabkan kulit menjadi lebih hitam. Minum teh di sejumlah wilayah di India ketika itu menjadi hal yang tabu.

Apapun teori, sejarah dan kepercayaan soal teh, faktanya kini adalah India menjadi negara pemasok seperempat produksi teh dunia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.