BBC navigation

Pensiunan dokter jadi peraih master tertua di dunia

Terbaru  5 Mei 2012 - 13:49 WIB
Allan Stewart

Allan Stewart mampu meraih dua gelar akademisnya dalam usia senja.

Allan Stewart, pensiunan dokter gigi berusia 97 tahun telah menerima gelar master ilmu kedokteran dari Univesitas Southern Cross Australia belum lama ini.

Gelar itu membuatnya menjadi peraih gelar akademis tertua di dunia untuk kedua kalinya.

Allan yang lahir pada 7 Maret 1915, saat ini sudah memegang rekor Guiness setelah menyelesaikan kuliah hukumnya dalam usia 91 tahun pada 2006 lalu.

"Saya kira kini saatnya saya menggantungkan jas almamter saya. Meski sebelumnya saya juga pernah mengatakan saya sudah bosan sekolah," kata Stewart warga kota Port Stephens di utara Sydney Australia itu usai upacara wisuda.

"Saya memiliki terlalu banyal waktu luang dan saya ingin tetap aktif secara mental," tambah dia.

Gelar terbarunya ini adalah gelar akademis keempatnya sejak mendapatkan gelar dokter gigi pada dekade 1930-an.

Tetap aktif

Setelah berkarir panjang sebagai dokter gigi dan hampir meraih gelar doktor bedah gigi, Stewart memutuskan untuk kembali kuliah hukum untuk membuat pikirannya tetap aktif.

"Saat hampir mencapai usia 90 tahun, saya sadar bahwa waktu adalah segalanya. Saya harus memiliki kesibukan jika saya gagal meraih gelar," ujarnya.

"Seharusnya orang jangan pernah mengatakan 'saya terlalu tua untuk belajar'. Tak ada kata terlambat untuk menambah wawasan, mendapat teman baru dan menantang diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang berarti."

Allan Stewart

"Jadi saya mendaftar kuliah musim panas dan dalam empat setengah tahun saya bisa menyelesaikan kuliah yang seharusnya selesai dalam enam tahun," papar Stewart.

Stewart yang gemar berjalan kaki dan meditasi ini menjaga pikirannya tetap aktif dengan membaca buku teks kedokteran, membaca novel kriminal dan bermain bridge.

Dia mendaftarkan diri di kampus terakhirnya pada 2009 dan dia mengatakan sangat menikmati tantangan itu serta mendorong pra orang tua untuk kembali ke bangku kuliah.

"Seharusnya orang jangan pernah mengatakan 'saya terlalu tua untuk belajar'. Tak ada kata terlambat untuk menambah wawasan, mendapat teman baru dan menantang diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang berarti," ujarnya berfalsafah.

Meski sukses dengan empat gelar akademisnya, ayah enam anak, 12 cucu dan enam cicit itu berusaha tetap rendah hati.

"Apa yang saya capai ini tak terlalu berarti. Saya hanya dianugerahi gen yang bagus. Dalam usia seperti ini, suatu hari nanti saya pasti akan menikmati hidup saya," tukasnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.