BBC navigation

Nokia mencatat kerugian besar

Terbaru  19 April 2012 - 21:16 WIB
seri lumia

Ponsel pintar Nokia, Lumia, memakai sistem operasi Windows.

Perusahaan telepon genggam Nokia mengumumkan kerugian besar di kuartal pertama tahun ini.

Nokia mengungkapkan kerugian bersih selama tiga bulan pertama 2012 mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp11 triliun.

Kepala Eksekutif Nokia, Stephen Elop, mengatakan perusahaannya menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat dari perusahaan-perusahaan lain.

"Selama setahun terakhir strategi yang kami terapkan telah membuahkan hasil. Namun tantangan dan persaingan yang kami hadapi ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan," kata Elop.

"Kami mencatat kinerja yang bagus di sejumlah pasar, termasuk di Amerika Serikat, namun merebut pasar-pasar lain ternyata tidak semudah yang kami kira," imbuh Elop.

Ia menjelaskan perubahan cepat di industri telekomunikasi global membuat Nokia harus terus melakukan transisi secara cepat.

Tinggalkan Symbian

"Kami mencatat kinerja yang bagus di sejumlah pasar, termasuk di Amerika Serikat, namun merebut pasar-pasar lain ternyata tidak semudah yang kami kira."

Stephen Elop

Di bawah kepemimpinan Elop, Nokia melakukan perubahan dengan perlahan-lahan meninggalkan sistem operasi Symbian dan memasang Windows di telepon genggam pintar mereka.

Diberi nama Lumia, Nokia meluncurkan telepon genggam bersistem operasi Windows pada Oktober tahun lalu.

Para analis mengatakan Lumia belum berhasil mengukuhkan posisi di pasar telepon genggam pintar karena data menunjukkan penjualan ponsel kelas ini turun menjadi 12 juta unit di kuartal pertama tahun ini, sementara setahun sebelumnya Nokia berhasil menjual 24 juta ponsel pintar.

Secara keseluruhan Nokia menjual 83 juta ponsel di periode tersebut, turun dari 108 juta yang dijual Nokia pada 2011.

Menanggapi lesunya tanggapan konsumen terhadap Lumia -yang terjual dua juta unit di seluruh dunia- Elop mengatakan ini menjadi isyarat jelas bahwa Nokia perlu menerapkan strategi dengan lebih agresif.

Nokia masih menjadi pembuat telepon genggam terbesar di dunia, namun popularitas telepon genggam pintar buatan Samsung dan Apple membuat penguasaan pasar Nokia terus menciut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.