Kota kuno Pompeii diselamatkan

Terbaru  6 April 2012 - 15:00 WIB

Kota Pompeii terkubur lumpur gunung berapi Vesuvius yang meletus dua ribu tahun lalu.

Demi menyelamatkan salah-satu situs arkeologis terpenting dunia, yaitu kota kuno Pompeii dari kerusakan parah, Pemerintah Italia mengeluarkan dana sekitar £ 87m, atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Sebelumnya, sebagian bangunan penting di Pompeii yang berusia sekitar 2000 tahun itu mengalami kerusakan parah akibat minimnya pehatian dan perawatan.

Sekitar empat tahun lalu, Italia sempat menyatakan situs bersejarah itu dalam keadaan darurat, setelah beberapa struktur bangunan di dalamnya runtuh dan rusak, akibat dimakan usia dan cuaca.

Namun upaya seperti itu dirasa tidak cukup, setelah dua tahun lalu sebuah bangunan tempat latihan para gladiator runtuh.

Pemerintah Italia dan Uni Eropa kini akhirnya sampai pada satu titik, yaitu harus disediakan dana besar untuk menyelamatkan warisan penting dunia tersebut.

Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan, proyek perbaikan ini bertujuan untuk mengamankan "semua insuale (daerah pemukiman kuno) yang terancam bahaya".

Salah-satu situs penting yang akan diperbaiki adalah bangunan yang dikenal sebagai "Sirico House", sebuah komplek perumahan yang dipercaya milik keluarga kaya.

Bangunan tempat latihan para gladiator juga akan direkonstruksi dengan menggunakan dana tersebut.

Rusak akibat cuaca

Lebih dua juta wisatawan mendatangi situs yang terletak di dekat Kota Napoli itu tiap tahun, tetapi sejumlah bagian Pompeii rusak, sehingga tertutup bagi umum, karena ada perbaikan yang tidak pernah selesai, atau tertutup semak semak, sampah serta grafiti.

Walaupun industri turis dapat mendatangkan uang, namun tak berdampak langsung pada pengelolaan situs Pompeii. Alasan yang dimunculkan, uang dari kunjungan turis dianggap kurang.

Sebuah kelompok bernama Italia Nostra, yang kampanye untuk melestarikan Pompeii, menggambarkan komitmen pemerintah Italia untuk menyelamatkan Pompei sebagai langkah "awal yang baik".

Dua juta wisatawan tiap tahun mendatangi situs kota kuno Pompeii.

Kota kuno Romawi Pompeii, dan satu kota kembarannya, terkubur dalam debu dan lumpur, ketika gunung berapi Vesuvius meletus sekitar 2 ribu tahun lalu.

Selama berabad-abad, semua ingatan mengenai kota Pompei -- yang dahulu dihuni sekitar 30 ribu orang -- hilang dari ingatan, sampai seorang petani di awal abad ke-18 menggali sebuah terowongan dan menemukan reruntuhan bangunan teater.

Pompei langsung menjadi tujuan wisata terkenal di dunia, yang memberikan kesempatan bagi para pengunjung melihat dunia pada masa kuno dulu -- yang seperti dibungkus oleh waktu.

Sejauh ini, duapertiga kota Pompeii sudah tergali.

Tetapi kerusakan akibat termakan usia dan cuaca dikhawatirkan dapat merusak peninggalan sejarah penting tersebut.

Para pejabat mengatakan, paling tidak 150 meter persegi lukisan dinding kuno dan mosaik hilang setiap tahun karena buruknya pemeliharaan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.