Aktor Hollywood klaim petugas Imigrasi minta suap

Terbaru  5 Maret 2012 - 14:43 WIB
taylor kitsch, hollywood

Aktor Taylor Kitsch, kiri, bersama sutradara Oliver Stone, kedua dari kiri

Aktor Hollywood Taylor Kitsch mengatakan petugas imigrasi meminta suap saat ia hendak memasuki sebuah bandar udara di Indonesia untuk keperluan pengambilan gambar film ‘Savages.’

Kitsch mengatakan hal itu dalam acara bincang-bincang yang dipandu David Letterman di Amerika Serikat.

‘Savages’ disutradarai oleh Oliver Stone dan berkisah tentang sisi gelap bisnis perdagangan narkoba kartel Meksiko di LA. Film itu juga dibintangi oleh Aaron Johnson dan Blake Lively.

Sebagian pengambilan gambar film ini dilakukan di Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat.

Namun dalam wawancara itu Letterman keliru menyebut Indonesia dengan Filipina dan Kitsch tidak berusaha mengoreksinya.

Kitsch mengatakan ia baru saja tiba dari Jepang ketika seorang petugas Imigrasi mengatakan bahwa ia harus terbang kembali ke Jepang karena sudah tidak ada lagi halaman di paspornya.

“Saya berada di ruang belakang dan petugas itu mengatakan, ‘Anda harus kembali ke Jepang karena halaman di paspor anda sudah habis, saya tidak bisa membubuhkan stempel. Anda harus pergi.’ Saya mengatakan, ‘Saya bisa bekerja di sini, saya punya visa.’ Ia tidak percaya bahwa saya adalah seorang actor sehingga saya harus mempromosikan diri saya kepadanya,” kata Kitsch.

Kitsch menggunakan iPhone miliknya untuk menunjukkan trailer film terbarunya “John Carter.”

“Komputer mereka tidak berfungsi jadi saya katakana padanya, ‘Anda harus mencari nama saya, saya bisa menunjukkan sesuatu untuk membuktikan [bahwa saya adalah actor] dan petugas itu kembali mengingatkan bahwa saya harus terbang kembali ke Jepang. Lalu saya mencari di iPhone saya dan ia mengatakan, ‘Apakah anda bisa memberikan itu [iPhone] ke saya? Saya jawab, ‘Bisa asal anda mengizinkan saya masuk,” kata Kitsch.

Menurut Kitsch, petugas tersebut akhirnya mengizinkan ia memasuki bandara.

“Ia mengatakan, ‘Saya suka trailer, silakan masuk.’ Jadi, John Carter berjasa membuat saya melewati Imigrasi.”

Juru bicara Direktorat Jendral Imigrasi, Maryoto, tidak mengangkat telepon selulernya saat dihubungi oleh BBC Indonesia.

Sementara itu pejabat Imigrasi Filipina Ruffy Biazon meminta Taylor Kitsch meminta maaf karena ‘membuat Filipina kehilangan harga diri.”

“Mungkin Tuan Kitsch dapat membantu kami memperbaiki harga diri badan imigrasi dan negara kami yang hilang,” kata Biazon seperti dikutip oleh media Filipina, ABS-CBN.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.