BBC navigation

Jaring laba-laba untuk senar biola

Terbaru  5 Maret 2012 - 11:51 WIB
Laba-laba

Jaring laba-laba ternyata bisa digunakan untuk membuat senar biola.

Seorang ilmuwan Jepang berhasil memintal ribuan lembar jaring sarang laba-laba untuk digunakan sebagai senar biola.

Bukan hanya bisa digunakan, senar biola dari jaring laba-laba ini memiliki timbre atau warna suara yang lebih lembut ketimbang senar konvensional.

Warna suara yang lembut itu diperoleh karena cara senar itu dipintal yang menghasilkan sebuah struktur yang tidak menghasilkan celah sekecil apapun.

Senar biola unik ini akan dijelaskan kembali dalam edisi jurnal ilmiah Physical Review Letters mendatang.

Sang ilmuwan, Shigeyoshi Osaki dari Universitas Kedokteran Nara telah lama tertarik dengan struktur jaring sutra sarang laba-laba.

Secara khusus, Osaki telah mempelajari kekuatan jaring sutra yang biasa diguanakan laba-laba untuk bergantung. Hasil penelitiannya dimuat dalam Jurnal Polymer 2007.

Osaki telah menyempurnakan metode untuk memperoleh jaring sutra ini dalam jumlah besar dari laba-laba yang dibiakkan secara khusus.

Dan kini perhatian Osaki dicurahkan untuk meneliti penggunaan jaring-jaring sutra yang luar biasa itu.

"Instrumen seperti senar biola telah menjadi subyek banyak penelitian," kata Osaki.

"Namun, tidak semua rincian penelitian bisa dijelaskan, apalagi sebagian besar pemain biola lebih tertarik pada tubuh biola ketimbang senarnya," tambah Osaki.

Disukai musisi

"Beberapa musisi profesional melaporkan bahwa senar jaring laba-laba ini menghasilkan timbre yang berbeda dan bisa digunakan untuk menciptakan musik baru."

Shigeyoshi Osaki

Dalam penelitiannya Osaki menggunakan 300 ekor laba-laba betina jenis Nephila maculata - salah satu jenis laba-laba yang dikenal dengan sistem pembangunan sarang yang rumit- untuk menghasilkan jaring-jaring sutra.

Untuk menghasilkan seuntai senar biola, Osaki memintal antara 3.000 hingga 5.000 lembar jaring sutra laba-laba.

Selanjutnya, senar yang sudah selesai diuntai dengan senar-senar lain dengan arah yang berlawanan.

Langkah selanjutnya, Osaki menghitung kekuatan senar. Pengukuran ini sangat penting karena seorang pemain biola tentunya tak ingin senar biolanya putus di tengah sebuah konser.

Senar dari jaring laba-laba ini lebih tidak tahan gesekan dibanding senar tradisional namun jarang digunakan yang dibuat dari usus hewan.

Namun senar jaring laba-laba ini lebih tahan gesekan ketimbang senar alumunium atau senar nilon.

Osaki sendiri mengaku senar hasil ciptaannya ini mendapat sambutan positif dari para musisi profesional.

"Beberapa musisi profesional melaporkan bahwa senar jaring laba-laba ini menghasilkan timbre yang berbeda dan bisa digunakan untuk menciptakan musik baru," papar Osaki.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.