BBC navigation

Kakek mengkonsumsi makanan kalengan berusia 64 tahun

Terbaru  4 Februari 2012 - 13:15 WIB

Hans Feldmeier, 87, menyimpan makanan kalengan berisi lemak babi sejak 1948, dan belakangan dia mencicipinya.

Lebih dari 60 tahun silam, seorang lelaki Jerman menerima bantuan puluhan makanan kalengan berisi lemak babi.

Makanan kalengan itu merupakan bantuan pemerintah AS -- bagian dari program membangun kembali Jerman yang porak-poranda akibat perang.

Tetapi lelaki Jerman tersebut, yang saat itu masih berstatus mahasiswa, tidak pernah membuka makanan kalengan itu.

Dia menyimpan terus puluhan makanan kalengan seukuran genggaman tangan orang dewasa, untuk dikonsumsi dalam situasi darurat.

Memasuki 2012, ketika usianya mencapai 87 tahun, Hans Feldemeier, lelaki tersebut tiba-tiba ingin mencicipi makanan kalengan yang sudah berusia lebih dari 60 tahun itu.

"Saya hanya tidak ingin membuangya," kata Feldmeier, pensiunan apoteker, menyinggung kenapa dia tidak membuang saja makanan yang diperkirakan sudah basi.

Pertanyaannya kemudian: amankah makanan kalengan itu dikonsumsi?

Rupanya, keinginan kakek ini menyebar luas dan akhirnya didengar para ahli makanan di kota Rostock, tempatnya tinggal.

Aman dikonsumsi

Sempat terjadi perdebatan tajam, apakah lemak babi itu layak dan aman dikonsumsi.

Tetapi hasil penelitian para ahli makanan menyimpulkan, makanan kalengan berisi lemak babi itu masih aman untuk dikonsumsi.

"Saya hanya tidak ingin membuangya."

Hans Feldmeier, pensiunan apoteker

Lagipula, menurut ahli makanan Frerk Feldhusen, label pada makanan kalengan itu tidak menyebutkan masa kadaluarsa.

Dan disaksikan para ahli dan sorotan kamera televisi, kakek tua itu pun dengan berdebar-debar akhirnya mencicipinya, setelah menunggu lebih dari 60 tahun.

Menggunakan sendok, Feldmeier kemudian mengoleskan lemak babi itu pada sepotong roti. Beberapa menit kemudian, makanan itu pindah ke perutnya -- dan aman-aman saja...

Frerk Feldhusen, ahli makanan, mengatakan lemak babi itu agak berpasir, hambar, serta sulit larut, meskipun aman untuk dimakan.

Seraya sang kakek terus mengkonsumsi lemak babi yang 'berusia tua' itu, Feldhusen mengatakan hasil tes ini barangkali akan membuat konsumen berpikir dua kali sebelum membuang makanan yang disebut sudah melewati tanggal kadaluarsa.

Mau coba?

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.