BBC navigation

Studi: Kelainan otak penyebab ketergantungan obat

Terbaru  3 Februari 2012 - 08:53 WIB
drugs addiction

Area berwarna merah adalah bagian otak yang lebih aktif pada pencandu karena area berwarna biru cenderung menyusut.

Para ilmuan di Universitas Cambridge mengatakan kelainan pada otak membuat beberapa orang lebih cenderung menjadi pencandu narkotika.

Penelitian menemukan adanya perbedaan di otak pencandu dan saudara kandung mereka yang tidak memiliki masalah ketergantungan obat.

Sejumlah pakar mengatakan bahwa saudara kandung yang tidak kecanduan obat bisa membantu proses penyembuhan ketergantungan narkotika melalui "pengendalian diri."

Hasil riset ini menguatkan temuan sebelumnya bahwa otak pencandu narkotika berbeda dari otak 'normal'. Namun saat itu para ahli belum mengetahui secara pasti apakah narkotika mengubah sistem otak atau apakah otak pencandu memang sudah berbeda dari awal.

Dalam studi kali ini, tim Universitas Cambridge membandingkan otak 50 pencandu kokain dengan otak saudara-saudara kandung mereka yang tidak pernah bersentuhan dengan narkotika.

Baik pencandu dan saudara mereka yang bukan pencandu memiliki kelainan yang sama di sistem fronto-striatal yang mengendalikan perilaku.

Kesimpulan dari temuan ini adalah otak mereka secara genetis memang sudah "diatur" untuk mendorong kecenderungan ketergantungan narkotika.

Teori lain

Ketua tim peneliti Dr Karen Ersche mengatakan pada BBC bahwa, "Penelitian ini menunjukkan kecanduan obat bukan pilihan gaya hidup, tapi lebih pada gangguan otak dan kita harus menyadari hal ini."

Sedangkan saudara-saudara kandung si pencandu tidak memiliki masalah ketergantungan obat karena "mereka dapat mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari," kata Dr Karen Ersche.

Dr Paul Keedwell, psikiater konsultan di Universitas Cardiff mengatakan, "Kecanduan, seperti banyak gangguan psikiatris lainnya, adalah akibat dari sifat bawaan dan pola pengasuhan.

"Kita harus mengikuti perkembangan hidup seseorang selama beberapa waktu untuk menghitung risiko relatif antara sifat bawaan dan pengasuhan."

Tetapi ada teori lain yang mengatakan ada kemungkinan kesamaan otak pencandu dan saudara-saudaranya bukan sekedar genetik, tapi karena mereka dibesarkan di keluarga yang sama.

Meski demikian, banyak spesialis meyakini temuan ini membuka peluang baru penyembuhan ketergantungan obat.

"Jika kita bisa mengetahui apa yang membuat otak saudara kandung para pencandu menjadi sangat kuat melawan godaan narkotika, kita bisa mencegah banyak orang menjadi pencandu," kata Dr. Keedwell.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.