BBC navigation

Obat palsu ancam pemberantasan malaria

Terbaru  17 Januari 2012 - 17:23 WIB
Nyamuk

Kehadiran obat palsu dikhawatirkan membahayakan pasien.

Kehadiran obat palsu dan obat berkualitas rendah antimalaria di Afrika mengancam upaya memberantas penyakit malaria yang menelan korban hampir satu juta orang per tahun.

Para ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris, mengatakan obat palsu yang beredar di banyak negara Afrika membahayakan pasien dan menyebabkan kebal obat karena mengandung unsur obat asli tetapi dalam dosis kecil sehingga tidak efektif menangkal malaria.

Watawan BBC Joanna Jolly melaporkan para peneliti menyerukan kepada negara-negara Afrika untuk mengambil tindakan tegas dengan alasan obat yang tidak memenuhi syarat bisa membahayakan jiwa jutaan orang, khususnya anak-anak dan perempuan.

"Penjualan obat palsu adalah bisnis yang menguntungkan," jelas Jolly.

Para peneliti dari Universitas Oxford mengatakan sebagian tablet palsu berasal dari Cina.

Mereka mendasarkan penemuan pada analisis kimia di sebagian tablet palsu.

Selain itu ditemukan pabrik-pabrik pengepakan obat palsu di Nigeria.

Mereka memperingatkan bahwa kecuali diambil tindakan tegas untuk mengatur peredaran obat-obat palsu, maka investasi besar untuk memerangi malaria akan sia-sia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.