BBC navigation

Penjara Kabul terancam tanpa listrik

Terbaru  3 Januari 2012 - 09:09 WIB
Kota Kabul

Selain penjara sejumlah kantor pemerintah dan polisi di Kabul juga belum membayar tagihan listrik.

Perusahaan Listrik Nasional Afghanistan mengancam memutuskan pasokan listrik untuk kebutuhan penjara utama Kabul karena pengelolanya belum membayar tunggakan tagihan sebesar US$2,4 juta atau sekitar Rp21,7 miliar.

Pemutusan akan dilakukan jika dalam beberapa pekan ke depan tagihan itu masih belum juga dibayar oleh departemen yang mengurusi penjara tersebut.

Da Afghanistan Breshna Sherkat, perusahaan listrik Afghanistan mengatakan kebijakan pemutusan pasokan listrik juga akan mereka terapkan kepada sejumlah departemen yang tidak dapat membayar tagihan listriknya.

Breshna Sherkat ini merupakan perusahaan yang memasok kebutuhan listrik di seluruh Afghanistan.

Mereka memperkirakan seluruh tunggakan yang ada saat ini telah mencapai US$40 juta atau Rp462.9 miliar rupiah lebih.

Direktur Keuangan perusahaan itu, Mirwais Alimi mengatakan kepada BBC bahwa tunggakan listrik penjara utama Afghanistan yang dikelola oleh Kementerian Kehakiman adalah salah satu yang cukup besar.

"Kami telah memutuskan untuk menghentikan pasokan listrik untuk penjara pusat di siang hari sebagai pesan kepada mereka," kata Alimi.

Direktur Penjara Pusat di Kabul, Jenderal Amir Mohammad Jamshidi mengatakan dia masih menunggu langkah dari Kementerian Keuangan untuk membereskan anggaran penjara itu.

Menurutnya pengelola akan segera membereskan tagihan listrik yang luar biasa besar ini.

Kendala anggaran

Perusahaan Listrik Nasional Afghanistan menyatakan selain pengelola penjara lembaga pemerintah lain yang juga memeiliki tunggakan listrik sangat besar adalah kantor gubernur di beberapa provinis, kantor polisi dan kantor Radio Televisi Afghanistan yang dikelola oleh pemerintah.

Menurut Alimi perusahaan itu juga akan menghentikan pasokan listrik kepada kantor-kantor tersebut sebagai pesan agar mereka segera melunaskan tunggakan listrik mereka selama satu tahun terakhir ini.

Walikota Kabul, Mohammad Nawandish berkilah pembayaran kepada Breshna Sherkat ditunda karena ada masalah dalam sejumlah tagihan yang diajukan oleh perusahaan itu.

"Kami tidak bisa memutus pasokan listrik untuk Direktorat Pengelolaan Air di Kabul karena akan mengganggu pasokan air bagi banyak orang."

Mirwais Alimi

Menurut Nawandish mereka saat ini mereka tengah membicarakan persoalan tersebut dan berharap persoalan tentang tagihan dapat diselesaikan.

Breshna Sherkat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada sejumlah penunggak namun dalam banyak kasus peringatan yang diajukan kepada sejumlah departemen pemerintah kerap tidak diindahkan.

Kebijakan untuk memutus sambungan listrik menurut mereka sering tidak bisa dilakukan karena objek yang dikelola para penunggak melibatkan kepentingan publik yang sangat luas.

"Kami tidak bisa memutus pasokan listrik untuk Direktorat Pengelolaan Air Kabul karena akan mengganggu pasokan air bagi banyak orang," kata Alimi.

Alimi mengatakan meski demikian dia memuji Kementerian Pertahanan yang membayar tagihan tepat waktu meskipun mereka adalah pelanggan besar listrik perusahaan itu.

Pemerintah Provinsi Herat yang selama ini dikenal sebagai kawasan aman di Afghanistan juga merupakan salah pelanggan yang membayar tagihan tepat waktu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.