BBC navigation

Buruh Bangladesh kembali ke Libia

Terbaru  27 November 2011 - 15:37 WIB
Pekerja migran bangladesh

60.000 warga Bangladesh mencari uang di Libia sebagai buruh migran.

Rombongan pertama tenaga kerja asal Bangladesh kembali ke Libia pekan ini setelah situasi di negeri di Afrika Utara itu mereda dan kembali normal.

Lebih dari 60.000 warga Bangladesh yang berprofesi sebagai pekerja migran di sana, kebanyakan merupakan buruh bangunan dan penambangan minyak.

Perusahaan multinasional sudah kembali membuka lowongan bagi buruh-buruh seperti mereka untuk tujuan Libia dan ada pula pabrik yangs engaja mengabari agar para pekerja migran ini segera kembali.

Saat konflik Libia memuncak, 36.000 buruh migran asal Bangladesh ikut kabur pulang ke kampung halaman menyelamatkan diri, bahkan sebagian besar tanpa bekal apapun selain nyawa mereka.

Mereka inilah yang kini sangat berharap bisa segera kembali dan mencari uang di negeri itu, kata wartawan BBC di Dhaka, Anbarasan Ethirajan.

Fakhrul Alam, mengaku sangat gembira dengan keberangkatannya ini.

"Saya senang betul bisa kembali ke Libia. Saya tak ada pekerjaan delapan bulan ini di Bangladesh."

Menurut Alam sudah ada jaminan dari perusahaan di Tripoli bahwa situasi aman dan buruh dijamin selamat. Di sisi lain, pemerintah Bangladesh juga telah mengakui keberadaan pemerintahan transisi di Libia, sehingga diharapkan kali ini posisi mereka lebih aman.

Bekerja sebagai buruh di negeri Afrika itu merupakan gantungan hidup puluhan ribu keluarga Bangladesh. Saat konflik pecah dan mereka kembali dengan tangan kosong, banyak warga menjadi miskin mendadak.

Pengalaman traumatis

Meski demikian, buruh migran seperti Hamidul Islam mengaku masih sering ketakutan mengingat pengalaman mengerikan sebelum kembali ke Bangladesh.

Islam, bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di kota Misrata, salah satu lokasi paling parah akibat konflik. Serangan bom yang berkali-kali menerjang rumah sakit tempatnya bekerja membuatnya trauma.

"Saya sudah coba berbagai cara untuk menyelamatkan diri, sulit sekali. Baru bulan lalu saya bisa kembali kesini,"kisah Hamidul Islam.

Pekerja migran Bangladesh di Libia

Buruh Bangladesh yang berusaha kabur dari Libia, sempat terlunta-lunta di Tunisia.

Karena itu dia mengatakan bertekad tak akan kembali ke Libia lagi dan akan mulai mencari kerja di Bangladesh saja.

Lalu apa jaminan bagi puluhan ribu orang yang akan kembali ke Libia?

Menurut Khurshed Alam Chowdhury, seorang pejabat senior Bangladesh urusan ketenagakerjaan, situasi di negeri itu akan terus dipantau dari Dhaka.


"Secara hukum jelas kami tidak bisa dapat jaminan (keselamatan mereka), yang ada sekedar saling pengertian saja,"katanya.

Meski demikian, Chowdhury juga menjanjikan akan melakukan pendekatan dengan pemerintahan baru Libia untuk menegaskan komitmen perlindungan terhadap warganya di sana.

"Beberapa bulan ke depan kami akan coba semampu kami berunding dengan pemerintahan baru Libia, bagaimana mereka bisa melindungi pekerja asing, bagaimana gajinya, dan seterusnya. Kita lihat saja."

Bangladesh merupakan salah satu negara pertama yang berani mengirim kembali warganya bekerja ke Libia. Meski perusahaan pengerah tenaga kerja mengatakan akan mengirim lebih banyak buruh migran kesana, perlu waktu untuk melihat berapa banyak yang benar-benar masih tertarik kembali kesana.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.