BBC navigation

Benetton cabut iklan Paus berciuman

Terbaru  17 November 2011 - 16:56 WIB
Iklan Benetton Obama dan Presiden CIna Hu Jintao

Iklan Benetton menampilkan sejumah gambar pemimpin dunia antara lain Obama dan Hu Jintao.

Perusahaan pakaian Italia Benetton telah mencabut iklan yang menunjukkan Paus Benediktus XVI berciunman dengan seorang imam senior Mesir setelah Vatikan mengajukan protes keras.

Juru bicara Vatikan Federico Lomabardi menyebut iklan Benetton "menggunakan foto Bapak Suci tidak bisa diterima, dan merupakan manipulasi dan eksploitasi kampanye publisitas dengan tujuan-tujuan komersial."

"Hal ini menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Paus, menyinggung perasaan umat, dengan jelas mencerminkan bagaimana publisitas dapat melanggar aturan dasar penghormatan pada orang dengan cara menarik perhatian melalui provokasi," demikian bunyi pernyataan Federico Lomabardi.

Di spanduk besar tertera gambar Paus Benediktus berciuman dengan ulama Mesir, Ahmed el Tayyeb, imam Masjid Al-Azhar di Kairo dan spanduk itu dipasang di dekat Vatikan pada hari Rabu (16/11) tetapi kemudian dicabut.

Memerangi kebencian

Iklan dengan foto yang telah dimodifikasi ini merupakan bagian dari peluncuran iklan Benetton di seluruh dunia.

Iklan tersebut terdiri dari montase foto-foto sejumlah pemimpin politik dan pemimpin agama berciuman pada bibir.

Di antara iklan yang diluncurkan adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama berciuman dengan Presiden Cina Hu Jintao, Presiden Prancis Nikolas Sarkozy berciuman dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Setelah ada protes keras dari Vatikan, Benetton memutuskan untuk mencabut iklan dengan gambar Paus dan Ahmed el Tayyed berciuman itu dan juga menyampaikan permintaan maaf.

"Kami meminta maaf apabila penggunaan foto Paus dan imam telah menyinggung perasaan umat seperti ini," kata Benetton dalam pernyataannya.

Tujuan kampanye iklan ini, lanjut Benetton, adalah "semata-mata untuk memerangi budaya kebencian dalam segala bentuknya".

Kontroversi iklan Benetton tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya produsen pakaian Italia ini juga menggunakan gambar-gambar narapidana yang dijatuhi hukuman mati, seorang biarawati mencium pastur dan seorang pria yang sekarat karena Aids.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.