BBC navigation

Proyek rumah botol plastik di Nigeria

Terbaru  6 November 2011 - 13:23 WIB
Rumah botol Plastik

Seorang pekerja tengah membangun rumah dari botol plastik di sebuah desa dekat kota Kaduna, Nigeria.

Tentu Anda kerap melihat botol-botol plastik bekas mengambang di sungai atau tergeletak begitu saja di tepian jalan?

Sejauh ini tak banyak yang mengetahui manfaat botol-botol bekas ini selain para pemulung yang memungutinya untuk dijual kembali.

Kondisi serupa juga terjadi di Nigeria. Botol-botol plastik itu mengotori jalanan, sungai dan tempat-tempat lainnya.

Untuk mengurangi sampah dan memanfaatkan botol-botol plastik bekas itu, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Nigeria menawarkan solusi menakjubkan.

LSM Asosiasi Pembangunan untuk Energi Terbarukan (DARE) yang berbasis di kota Kaduna, Nigeria menawarkan proyek pembangunan rumah menggunakan botol-botol plastik bekas ini.

DARE mengklaim proyek ini sebagai salah satu strategi paling tepat untuk menata lingkungan sekaligus sebagai solusi mengurangi kurangnya perumahan bagi warga Nigeria, negeri terpadat di Afrika.

Prototipe rumah

Sebuah prototipe rumah botol plastik ini bahkan sudah mulai dibangun di desa Sabon Yelwa dekat kota Kaduna, Nigeria. Jika proyek ini sukses maka DARE berniat membangun lebih banyak rumah seperti ini di seluruh negeri.

"Ini adalah rumah botol plastik pertama di Afrika yang akan menyelesaikan masalah kekurangan rumah di Nigeria dan membersihkan polusi."

Christopher Vassiliu

"Ini adalah rumah botol plastik pertama di Afrika yang akan menyelesaikan masalah kekurangan rumah di Nigeria dan membersihkan polusi," kata inisiator proyek, Christopher Vassiliu.

Jika dibangun dari botol plastik, seberapa kuat rumah ini? Para aktivis mengklaim rumah botol ini cukup kuat bahkan mempersilakan warga untuk mencoba kekuatan rumah dengan melemparinya menggunakan batu.

Rumah ini memiliki luas 58 meter persegi dengan dua kamar seperti rumah pada umumnya.

Bedanya rumah ini dibangun dengan botol-botol plastik yang sebelumnya diisi pasir. Setiap botol plastik itu memiliki berat rata-rata tiga kilogram.

Botol-botol itu kemudian disusun dan diikat menggunakan lumpur dan semen. Susunan botol ini diperkuat dengan kawat yang mengikat leher botol-botol itu.

Sementara itu, tutup botol yang beraneka warna bahkan menghasilkan keunikan tersendiri. Para inisiator proyek ini bahkan mengklaim botol plastik berisi pasir ini bahkan lebih kuat dari batu bata biasa.

"Strukturnya memiliki keuntungan lain antara lain tahan api, tahan peluru dan tahan gempa bumi. Selain itu suhu di dalam ruang bisa bertahan 18 derajat celcius yang cukup sejuk di kawasan tropis," kata koordinator proyek, Yahaya Ahmad.

Ramah lingkungan

Kawasan kumuh Nigeria

Rumah-rumah di kawasan kumuh Nigeria biasa dibangun di atas endapan sampah.

Pembangunan rumah yang hampir selesai ini membutuhkan setidaknya 14.000 botol plastik yang didapat dari pembuangan sampah dan sumbangan dari berbagai kedutaan besar, hotel serta restoran.

Bahan baku botol plastik sangat mudah diperoleh di Nigeria yang setidaknya menghasilkan sampah botol plastik hingga tiga juta botol sehari.

"Nigeria memiliki masalah sampah dan energi yang serius. Dan proyek ini menjadi salah satu langkah menuju perubahan positif," kata seorang aktivis lingkungan Inggris yang ikut serta dalam proyek ini, Katrin McMillan.

Selain itu, rumah botol plastik ini didisain sebagai rumah ramah lingkungan menghasilkan emisi karbon hingga nol karena nantinya akan dilengkapi sel energi surya dan gas metana dari kotoran hewan.

Proyek rumah botol plastik kedua dijadwalkan Januari mendatang untuk membangun ruang kelas sebuah sekolah di Suleja, dekat ibukota Nigeria, Abuja.

"Proyek ini mungkin membutuhkan 200.000 botol plastik," kata McMillan.

Bank Federal Nigeria mencatat negeri itu membutuhkan dana US$300 miliar (setara dengan Rp2.630 triliun) untuk mengatasi kekurangan 16 juta unit rumah bagi warganya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.