BBC navigation

Telepon genggam tak berisiko kanker

Terbaru  21 Oktober 2011 - 21:40 WIB
Telepon genggam

Risiko kanker otak pengguna telepon genggam sama dengan bukan pengguna.

Penelitian terakhir tentang penggunaan telepon genggam menunjukkan tidak ada kaitan dengan peningkatan risiko kanker otak.

Risiko penggunaan telepon genggam itu merupakan debat dalam 20 tahun terakhir.

Penelitian terakhir yang dipimpin of Institut Epidemiologi Kanker di Denmark mendata 350.000 orang yang menggunakan telepon seluler dalam 18 tahun terakhir.

Para peneliti menyimpulkan risiko para pengguna sama saja dengan orang lain yang tinggak memakan telepon genggam untuk kemungkinan terkena kanker otak.

Temuan yang diterbitkan di jurnal medis Inggris itu muncul setelah serangkaian penelitian yang sama dengan kesimpulan serupa.

Reaksi atas temuan ini eragam. Sejumlah pakar mengatakan hasil penelitian ini meyakinkan kembali orang namun pihak lain mempertanyakan cara penelitian dilakukan.Mereka tidak melibatkan pengguna telepon untuk bisnis, yang sangat bergantung pada telepon genggam.

Bagaimanapun ada juga penelitian yang meragukan keamanan telepon genggam.

Serupa dengan kopi

"Namun tidak adanya bukti risiko tumor otak tetap merupakan bukti yang sangat penting."

Profesor David Spiegelhalter

Badan kesehatan dunia, WHO meemperingatkan masih ada bahaya carcinogenic.

WHO menempatkan risiko telepon genggam dalam kategori yang sama dengan kopi. Ini berarti, kaitannya tidak dikesampingkan namun tidak juga dapat dibuktikan.

Departemen Kesehatan Inggris tetap menasehatkan agar siapapun berusia di bawah 16 tahun untuk menggunakan telepon genggam seperlunya saja dan dalam waktu singkat.

Hazel Nunn, kepala informasi kesehatan di Cancer Research, Inggris, mengatakan, "Hasil ini adalah bukti terkuat selama ini bahwa menggunakan telepon genggam tidak meningkatkan risiko kanker otak atau mengganggu sistem syaraf orang dewasa."

Profesor Anders Ahlbom, dari Insitut Karolinska Swedia, memuji penelitian ini dan menyatakan temuan para ilmuwan itu meyakinkan.

Sementara Profesor David Spiegelhalter, pakar risiko kesehatan dari Universitas Cambridge, Inggris mengatakan,"Penggunaan telepon genggam mulai meningkat tahun 1995 dan perbandingan ini mulai dari masa awal."

"Namun tidak adanya bukti risiko tumor otak tetap merupakan bukti yang sangat penting," tambah Spiegelhalter.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.