BBC navigation

Malaysia janji perbaiki kondisi pembantu

Terbaru  19 Oktober 2011 - 20:05 WIB
Pengambilan sidik jari pekerja asing di Malaysia

Malaysia kekurangan tenaga kerja di beberapa sektor sehingga sebagian tenaga ilegal diputihkan.

Pemerintah Malaysia menyatakan akan memperbaiki kondisi kerja bagi pembantu rumah tangga, PRT, asing setelah pemerintah Kamboja melaporkan bahwa para pembantu asal Kamboja mendapat perlakuan buruk.

Beberapa pembantu rumah tangga asal Kamboja di Malaysia mengaku mengalami pemukulan dan pemerkosaan.

Dutabesar Kamboja untuk Malaysia mengatakan tiga pembantu asal Kamboja ditemukan tewas dalam kurun waktu satu minggu saja.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, pekan lalu (15/10) menandatangani surat larangan pengiriman pembantu rumah tangga ke Malaysia. Larangan akan dicabut bila kondisi pekerja lebih baik.

Sejumlah pejabat Malaysia mengatakan jumlah pembantu rumah tangga asal Kamboja diperkirakan mencapai 50.000 orang, termasuk 30.000 orang yang tiba tahun ini.

Menghentikan pengiriman

"Banyak dari mereka dipaksa menyerahkan paspor mereka kepada majikan agar mereka tidak melarikan diri."

Jennifer Pak

Malaysia mulai merekrut pembantu asal Kamboja setelah Indonesia menghentikan pengiriman tenaga PRT ke Malaysia pada 2009 menyusul serangkaian kasus penyiksaan pembantu oleh majikan.

Wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, melaporkan PRT merupakan golongan pekerja yang paling rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi karena mereka tidak dilindungi undang-undang yang ada.

"Banyak dari mereka dipaksa menyerahkan paspor mereka kepada majikan agar mereka tidak melarikan diri," seperti dilaporkan Jennifer Pak.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengatakan dengan keadaan itu maka banyak PRT dipaksa bekerja seperti budak.

Setelah Kamboja menghentikan pengiriman PRT ke Malaysia, kini puluhan ribu rumah tangga bersusah payah mencari alternatif.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.