BBC navigation

TBC akan membunuh 40 juta orang pada 2050

Terbaru  5 Oktober 2011 - 12:31 WIB
Rokok

Angka perokok meningkat akibat iklan yang rokok yang agresif.

Diperkirakan sebanyak 40 juta perokok akan meninggal akibat tuberkulosis, TBC pada tahun 2050.

Para perokok menempati urutan pertama sebagai pihak yang memiliki resiko TBC, dengan resiko kematian dua kali lipat dari nonperokok.

Sementara untuk ketegori wilayah, kawasan yang diperkirakan memiliki kasus tuberkulosis yang meningkat adalah Afrika, Mediterania, dan Asia Tenggara.

Upaya global untuk memerangi Tuberkulosis sendiri saat ini dinilai kalah dengan ''promosi agresif' dari industri rokok dunia.

Dr John Moore-Gillon dari Yayasan Paru-Paru Inggris mengatakan ancaman TBC ini terus meningkat.

"Hampir 20 tahun sejak WHO menyatakan tuberkulosis sebagai ancaman kesehatan dunia, angkanya bukannya menurun, justru semakin meningkat dan merokok meningkatkan resiko terkena -dan mati- akibat TBC''.

"Upaya internasional terus dilakukan untuk mencegah gelombang TBC, tetapi riset penting ini sepertinya kalah dengan promosi agresif yang terus menerus dilakukan industri rokok di banyak negara,'' tegas Gillon.

Model matematika

"Kontrol terhadap iklan rokok bisa mengurangi jumlah kematian akibat tuberkulosis."

Sanjay Basu

Hampir seperlima penduduk dunia adalah perokok dan sebagian besar negara yang memiliki angka TBC tinggi adalah tempat perusahaan rokok mengembangkan pasarnya.

Dr Sanjay Basu dan sejumlah rekannya dari Universitas California yang membuat prediksi angka kasus TBC ini untuk masa mendatang.

Berdasarkan model matematika mereka, angka perokok yang meninggal akibat TBC bisa mencapai 40 juta dari tahun 2010 hingga 2050.

Jika kecenderungan merokok semakin meningkat, angka kasus baru diperkirakan juga melonjak 18 juta.

Tim ini menyimpulkan ''kontrol terhadap iklan rokok bisa mengurangi jumlah kematian akibat tuberkulosis''.

Tuberkulosis adalah infeksi yang menular yang mempengaruhi paru-paru dan bisa menyebar ke sejumlah organ tubuh lainnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.