BBC navigation

Perempuan dan adu banteng di Portugal

Terbaru  22 September 2011 - 13:41 WIB
Forcada

Dalam forcada, para pemain hanya melumpuhkan banteng dengan tangan kosong.

Selama ini tradisi adu banteng selalu identik dengan dunia lelaki atau hanya bisa dilakukan para pria.

Namun sekelompok perempuan di Portugal mencoba mematahkan tradisi itu dengan membentuk kelompok adu banteng atau di Portugal disebut forcados.

Adu banteng di Portugal memang berbeda dan kurang terkenal dibandingkan adu banteng di Spanyol.

Di Spanyol, seorang matador beradu satu lawan satu dengan seekor banteng sebelum akhirnya menusuk sang banteng hingga mati dengan pedangnya.

Sementara di Portugal, adu banteng melibatkan delapan orang forcados yang menghadapi banteng dengan tangan kosong tanpa bantuan senjata apapun.

Tetapi, tanduk si banteng dilapisi kain tebal untuk mengurangi kemungkinan cedera parah.

Dan seorang gadis berusia 17 tahun, Susana Frieza adalah salah satu para petarung banteng ini.

Tak hanya piawai menaklukkan banteng, gadis belia ini bahkan mendirikan sebuah kelompok forcados perempuan pertama di Portugal.

Mengendalikan ketakutan

"Anda akan selalu takut tapi Anda harus berusaha mengendalikannya dan kemudian semuanya akan menjadi mudah."

Susana Frieza

Datang dari keluarga forcados membuat suasana adu banteng menjadi hal yang tidak asing bagi Susana.

Bagi Susana terlibat adu banteng adalah sebuah cara untuk berlatih mengontrol rasa takut.

"Anda akan selalu takut tapi Anda harus berusaha mengendalikannya dan kemudian semuanya akan menjadi mudah," kata Frieza, gadis asal Benavente, sebuah kota kecil yang berjarak 50 kilometer dari Lisabon.

Selain itu, Frieza merasakan sensasi luar biasa saat turun berlaga bersama kelompok forcados perempuannya.

"Tak ada yang bisa mengalahkan sensasi di detik-detik awal saat kita berhadapan dengan banteng," kata gadis muda yang kemampuannya menaklukkan banteng mulai mendapat pujian khalayak itu.

Frieza menaklukkan banteng pertamanya pada usia 12 tahun. Kala itu, saudara laki-lakinya, Luis, membawa dia ke sebuah festival lokal.

"Sebuah kontes digelar desa tetangga dan kami memutuskan dia (Frieza) untuk turun ke gelanggang. Dan dia menang," kata Luis sambil tertawa.

Reputasi menyebar

Susana Frieza

Susana Frieza menaklukkan banteng pertamanya saat berusia 12 tahun.

Saat usianya memasuki 15 tahun, Frieza sudah mampu menaklukkan banteng seberat 420 kilogram.

"Saat itu semua orang yang mencibirnya terdiam," kata ibunya, Rosalia, dengan nada bangga.

Dengan kemampuan yang terus meningkat, pada tahun 2008, Frieza akhirnya memutuskan membentuk forcados perempuan di Benavente. Pada awalnya tim ini dibentuk hanya untuk ajang uji coba.

Meski para perempuan hanya menangani banteng-banteng 'ringan' dengan berat 200-300 kg dibanding 500kg untuk pria, namun kemampuan Frieza dan kawan-kawannya dalam menaklukkan banteng semakin diakui.

"Di dalam gelanggang, saya merasa menjadi sangat besar," kata Frieza.

Pada Juli lalu, Frieza sempat terluka setelah seekor banteng dua kali menyepak wajahnya. Namun, insiden itu tak membuatnya berhenti melakukan aksi ini.

"Semakin banyak luka yang kau dapat, maka semakin besar keinginanmu untuk mengalahkan mereka," tegasnya.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.