Gen kanker payudara ditemukan

Terbaru  16 Juli 2011 - 01:18 WIB

Beberapa jenis kanker payudara sulit diobati

Sebuah gen telah diketahui terkait dengan 70% kanker payudara yang sulit diobati lewat terapi hormon.

Kajian yang diterbitkan di majalah Nature menggunakan teknik baru untuk menguji ratusan gen pada waktu yang bersamaan, bukannya satu per satu.

Para ilmuwan mengatakan terdapat "banyak kemungkinan pengaruh yang signifikan" jika obat dapat dikembangkan berdasarkan temuan ini.

Cancer Research UK menyatakan akan menarik untuk mengamati tindak lanjut penelitian ini.

Hormon dapat mendorong pertumbuhan tumor karena itulah obat yang dapat menghambat proses ini seperti tamoxifen digunakan.

Tetapi sepertiga kanker payudara muncul tidak didorong oleh hormon jadi obat yang ada tidak berguna. Sampai saat ini hanya sedikit obat yang tersedia untuk pasien kanker jenis ini.

Mematikan

"Terdapat banyak kemungkinan pengaruh signifikan jika terapi terbukti efektif"

Dr Richard Possemato

Peneliti di Whitehead Institute for Biomedical Research, Massachusetts, AS menggunakan materi gen kecil yang dapat mematikan gen.

Mereka menyuntikkan gen tersebut ke dalam sel kanker untuk menyelidiki gen pembentuk dan penumbuh tumor.

Mereka menemukan bahwa gen - PHGDH - sangat aktif, sangat lebih aktif dibandingkan biasanya, pada 70% tumor yang tidak dapat diobati terapi hormon.

Identifikasi gen kanker payudara tertentu diharapkan akan menjadi dasar penciptaan obat yang menghambat pertumbuhannya.

Dr Richard Possemato mengatakan kepada BBC, "Terdapat banyak kemungkinan pengaruh signifikan jika terapi terbukti efektif.

"Meskipun demikian karena kami tidak melibatkan pasien dalam penelitian atau mengembangkan penghambat kimiawi sehingga kemungkinan terlalu dini untuk mengetahui pengaruhnya pada masyarakat umum."

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.