Tabloid Inggris dituduh bayar polisi

Terbaru  11 Juli 2011 - 22:40 WIB
Rupert Murdoch

Rupert Murdoch terbang ke London dari Amerika untuk menangani skandal yang mengguncang surat khabarnya

Tuduhan baru semakin menambah tekanan terhadap taipan media internasional Rupert Murdoch sehubungan dengan wartawan dari media miliknya di Inggris yang terlibat dalam skandal penyadapan telepon.

BBC mendapatkan informasi bahwa para wartawan tabloid News of The World disebut-sebut telah membayar polisi pengawal keluarga kerajaan Inggris untuk mendapatkan nomer telepon pribadi mereka.

Tuduhan muncul dalam surat elektronik yang diserahkan oleh perusahaan induk surat khabar itu, News International kepada polisi bulan lalu.

Email-email yang berisi dugaan sejumlah polisi dibayar sebagai imbalan atas informasi nomer kontak terungkap oleh News Internasional pada 2007, tetapi baru diserahkan ke kepolian Juni 2011.

Redaktur bisnis BBC Robert Peston mengatakan dalam salah satu email Clive Goodman, mantan redaktur masalah berita kerajaan, meminta uang tunai dari redaktur saat itu Andy Coulson, untuk membeli daftar nomer telepon statis keluarga kerajaan.

Daftar telepon

Selain itu, dana tersebut juga disebut-sebut untuk membayar daftar semua nomer telepon termasuk telepon genggam, milik staf keluarga kerajaan.

Seorang narasumber mengatakan, "Dari email-email itu muncul bukti bahwa keselamatan keluarga kerajaan berada dalam risiko. Saya sangat terkejut ketika melihat email-email itu."

Daftar nomer telepon yang dikenal dengan green book ini dilaporkan telah dicuri dan ditawarkan sebesar £1.000 atau sekitar Rp14 juta.

Kepolisian Metropolitan mengatakan pengungkapan ini sebagai upaya terang-terangan untuk menggoyang penyelidikan kepolisian terkait dugaan pembayaran ilegal.

Kepolisian menyatakan "sangat prihatin dan kecewa".

News of The World -salah satu surat khabar Rupert Murdoch yang paling banyak mendatangkan untung-resmi tutup pada Minggu (10/7) setelah diguncang berbagai skandal penyadapan telepon antara lain dugaan penyadapan telepon milik remaja korban pembunuhan Milly Dowler.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.