BBC navigation

Apakah agama bisa membuktikan kebenaran evolusi?

Terbaru  7 Juli 2011 - 01:38 WIB
Dinosaurus pinggul besar

Dinosaurus pinggul besar (foto: Natural History Museum, London)

Ini adalah pertanyaan besar dalam 150 tahun terakhir, apakah Tuhan ataukah evolusi yang menjadi pemicu munculnya kehidupan.

Blog ini, sistim pendidikan Amerika Serikat dan bahkan politik Amerika sampai tahap tertentu didominasi perdebatan yang beberapa kali menyentuh inti pandangan keduniawian kita dan pemikiran tentang asal-usul kita.

Saya baru saja menemukan penelitian yang dapat membuat ilmuwan pendukung penciptaan Tuhan menjadi mempertimbangkan evolusi. Sebagian dari mereka mempercayai penjelasan kitab Kejadian Injil secara langsung.

Tetapi seorang ilmuwan memutuskan untuk menggunakan ilmu pengetahuan penciptaan (creation science) guna menguji keabsahan evolusi.

Karena, katanya, jika ilmu pengetahuan penciptaan membuktikan evolusi, berarti penelitian yang dilakukan sebelumnya seharusnya tidak bisa diterima lagi.

Ini adalah pemikiran yang cerdas karena kembali menempatkan bukti, bukannya keyakinan, sebagai inti perdebatan.

Ilmu pengetahuan tidak dapat membuktikan Tuhan tidak ada, atau Tuhan kemungkinan pada suatu waktu memberikan semua hukum dan proses fisika yang diketahui sebagai pembentuk alam semesta dan berbagai hal di dalamnya.

Ilmu pengetahuan tidak dapat mempertanyakan keyakinan karena keyakinan memang tidak memerlukan bukti.

Bukti ilmiah

Kapal Noah

Kapal Noah, lukisan cat minyak Edward Hicks dari tahun 1846

Tetapi ilmu pengetahuan memerlukan bukti dan bukti ini memungkinkan kita menjelaskan tentang bagaimana dunia berputar dengan ketepatan yang semakin tinggi.

Kekuatan pendekatan berdasarkan bukti ini kemungkinan dapat menjelaskan munculnya ilmu pengetahuan penciptaan yang berusaha mencari bukti untuk mendukung penerjemahan langsung buku Kejadian Injil.

Penelitian ini kemudian diterbitkan pada jurnal seperti Journal of Creation dan Creation Research Society Quarterly. Laporan-laporan teknis ini dikutip tulisan penciptaan umum yang jumlah semakin besar. Tulisan ini dipandang bertentangan dan mengecilkan pengajaran evolusi.

Sekarang, lebih dari 20% masyarakat Inggris dan sebagian besar orang Amerika, cenderung atau sama sekali menolak evolusi, demikian hasil survei yang dilakukan jurnal Science.

Jadi sangatlah penting melakukan perdebatan berdasarkan bukti yang ada bukannya keyakinan.

Hal ini membawa kita kembali kepada penggunaan ilmu pengetahuan penciptaan untuk menguji keabsahan evolusi.

Fosil

archaeopteryx

Gambar Archaeopteryx buatan John Sibbick / NHMPL

Ahli biologi Phil Senter dari Fayette State University, North Carolina, AS menerbitkan makalah tentang penggunaan teknik ilmu pengetahuan penciptaan untuk meneliti catatan fosil.

Pada makalah pertama yang diterbitkan di tahun 2010, dia menggunakan teknik pengukuran banyak dimensi klasik (CMDS) untuk mengkaji kemunculan dinosaurus coelurosaurian berdasarkan tahapan geologis.

Makalah panjang dan rinci tersebut diterbitkan pada Journal of Evolutionary Biology.

CMDS berasal dari cabang ilmu pengetahuan penciptaan bernama baraminology yang menggolongkan organisma ke dalam kerangka penciptaan. Binatang digolongkan dalam berbagai jenis atau baramins yang tercipta secara terpisah dan mandiri tetapi kemudian menjadi beragam.

Kucing misalnya adalah satu jenis binatang atau baramin tunggal yang diciptakan satu kali oleh Tuhan yang kemudian menjadi keragaman yang kita lihat sekarang (termasuk singa, harimau, kucing rumahan, dsb).

Ahli baraminologis mengkaji catatan fosil untuk membuktikan kebenaran hal ini. Mereka mengidentifikasi catatan "perbedaan morfologi" (misalnya apakah fosil kucing ditemukan, bukannya binatang mirip kucing). Mereka menggunakan bukti ini untuk mengatakan bahwa jenis binatang ini (kucing) adalah unik dan diciptakan secara tersendiri, berbeda dengan anjing, misalnya.

Peta matematis

kucing

Semua kucing satu jenis? (gambar: Getty images / Gallo images)

CMDS memetakan secara matematis perbedaan morfologi ini. Baraminologis menggunakannya untuk menegaskan terjadinya perbedaan morfologi penting antara paus modern dan yang sudah punah, antara arthropods (serangga dsb) dan annelids (cacing tanah, lintah dsb) mirip ulat, dan antara arthropods dengan moluska.

Mereka mengatakan ini adalah bukti bahwa masing-masing kelompok diciptakan secara mandiri, dan tidak bisa berevolusi menjadi bentuk lainnya.

Dr Senter tidak mempermasalahkan metodologi - seperti ditegaskannya dalam makalah tahun 2010, karena matematika tidak berdasar.

Tetapi dia mengatakan jika CMDS memperlihatkan bahwa dinosaurus memang memperlihatkan bentuk peralihan dan memang secara genetika berhubungan satu sama lain, maka para pendukung penciptaan menghadapi masalah.

Mereka harus mengakui kebenarannya, yang berarti bertentangan dengan pandangan mereka sendiri bahwa kelompok ini muncul tanpa evolusi. Atau mereka harus mencabut pandangan ini, tetapi juga menolak metodologi mereka sendiri, yang digunakan untuk membuktikan keabsahan pernyataan penciptaan mereka.

Kajian Dr Senter pada tahun 2010, tentunya juga menunjukkan bahwa dinosaurus coelurosaurian berkaitan, terutama bahwa tyrannosaurus (nenek moyang T. rex) bergabung dengan dinosaurus lain dari kelompok Compsognathidae.

Hal ini juga mengacu kepada salah satu fosil binatang paling terkenal, Archaeopteryx, yang bentuknya adalah peralihan antara burung dan reptil, yang secara morfologis mirip dengan dinosaurus.

Teknik baraminologi

dino

Ada berapa jenis dinosaurus? (Gambar: De Agostini UK / Natural History Museum London)

Sekarang Dr Senter kembali melakukan hal yang sama.

Dalam sebuah kajian yang diterbitkan minggu ini dalam Journal of Evolution, dia menunjukan bagaimana metode ilmu pengetahuan penciptaan, teknik baraminologi bernama korelasi takson, juga menunjukan keberlangsungan morfologi antar dinosaurus untuk membuktikan bahwa dinosaurus berhubungan secara genetis.

Jika anda membaca ringkasan makalah, terlihat bahwa keragaman morfologis berkelanjutan menyatukan sejumlah kelompok dinosaurus termasuk Saurischia, Theropoda, Sauropodomorpha, Ornithischia dan Thyreophora.

Di dalam kelompok-kelompok ini terdapat dinosaurus yang dikenal banyak orang seperti sauropods besar, theropods mirip burung seperti Velicoraptor di film Jurassic Park dan dinosaurus berpinggul besar seperti Triceratops bertanduk tiga.

Makalah setebal 20 halaman dan kesimpulannya membuat pendukung penciptaan tidak nyaman karena tulisan ini menggunakan bukti sebagai dasar pendekatannya.

Bahkan sebagian dari hasil Dr Senter yang secara sekilas sepertinya mendukung pendukung penciptaan, sebenarnya menciptakan masalah baru.

Masalah baru

Misalnya makalah tersebut memperlihatkan dinosaurus dapat digolongkan dalam delapan jenis atau baramins.

Hal ini membantu para pendukung penciptaan. Kebanyakan ilmuwan penciptaan menjawab pertanyaan bagaimana begitu banyak dinosaurus raksasa dapat menaiki Kapal Noah dengan mengatakan hanya terdapat 50 "jenis" yang berarti hanya 100 binatang yang dibawa Kapal tersebut.

Jika hanya delapan "jenis" yang ada, berarti akan terdapat lebih banyak tempat di Kapal Noah untuk bentuk kehidupan lain yang memerlukan perlindungan.

Tetapi jika hanya delapan "jenis" dinosaurus yang ada, berarti akan lebih banyak macam dinosaurus yang tergolong dalam satu kelompok atau baramin, yang para pendukung penciptaan yakini diciptakan langsung Tuhan. Yang tentunya berarti dalam hanya beberapa ribu tahun setiap "jenis" dinosaurus menghasilkan fosil yang sangat beragam yang kita temukan sekarang.

Ini mirip evolusi, dengan irama yang lebih cepat.

Dr Senter menunjukkan ruang gerak kelompok penciptaan semakin berkurang.

Sejak tahun 1990, Dr Senter mengatakan paling tidak temuan 13 fosil transisi menjembatani perbedaan morfologis antara kelompok dinosaurus yang sebelumnya kelompok penciptaan pandang diciptakan tersendiri.

Perdebatan

Perdebatan sudah pasti akan terus berlanjut.

Penelitian Dr Senter, yang lebih canggih daripada apa yang saya tulis di blog ini, tidak mengomentari pandangan siapapun.

Tetapi hasil pekerjaannya, dan laporan saya, diharapkan akan membawa perdebatan melangkah maju tentang bukti yang telah terkumpul dan apa arti bukti tersebut.

Jadi biarkan saja perdebatan berlangsung terus.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.