
Operasi penyelamatan satwa dari Kebun Binatang Saleng diperkirakan memakan waktu satu minggu
Departemen Taman Nasional dan Satwa Liar Malaysia telah menyelamatkan 32 ekor harimau, beberapa ekor singa, buaya dan sejumlah satwa lain dari Kebun Binatang Saleng, di negara bagian Johor karena diduga tidak dirawat dengan baik.
Wakil Dirjen Taman Nasional dan Satwa Liar Zaaba Zainol Abidin mengatakan penghuni kebung binatang tersebut tidak mendapatkan perawatan memadai dengan kondisi kandang sangat buruk.
Operasi penyelamatan dimulai Senin kemarin (20/6) dan diperkirakan akan memakan waktu satu minggu. Pihak berwenang menyita seluruh penghuni Kebun Binatang Saleng setelah muncul hasil investigasi yang mengungkapkan kondisi kebun binatang.
Kebung binatang milik swasta ini dihuni sebanyak 40 spesies binatang, antara lain buaya, harimau, singa, ular, burung dan burung unta. Satwa-satwa yang disita kemudian ditempatkan di kebun binatang umum di Malaka dan di kawasan lindung negara bagian Selangor.
Kandang diperluas
Menurut Zaaba, pengelola kebun binatang sebelumnya pernah menyalahgunakan izin yang diberikan dengan membeli seekor tapir dari penduduk setempat. Dia mengatakan kebun binatang memerlukan izin khusus agar bisa memelihara satwa-satwa liar dan harus mempunyai izin spesies.
"Kedua izin ini tidak pernah diperpanjang," katanya.
Pengelola Kebun Binatang Saleng membantah tudingan mereka menelantarkan satwa. Seorang petugas di sana J. Sivapriyan mengatakan pihaknya sedang memperluas kandang-kandang yang ada. Dia juga menentang penyitaan ini.
"Saya merawat harimau-harimau itu seperti anak-anak saya," katanya seperti dikutip kantor berita AFP.
Dia menambahkan pihak berwenang tidak pernah memberitahukan kepada pengelola kebun binatang apa kesalahan yang dilakukan dan tidak pernah memberitahu cara-cara memperbaiki keadaan.










