Negara dengan populasi gajah menyerukan bantuan

Terbaru  25 Mei 2011 - 01:34 WIB
Pertemuan gajah di New Delhi

Delegasi Indonesia, Agus Sutito (paling kiri) dalam pertemuan konservasi gajah di New Delhi

Delapan negara dengan populasi gajah terbesar di dunia menyerukan bantuan internasional untuk konservasi serta menangani perdagangan ilegal gading.

Dalam pertemuan satu hari yang diselenggarakan di New Delhi, India Selasa (24/05), para delegasi meminta perhatian global untuk menangani populasi gajah yang semakin berkurang karena semakin habisnya habitat binatang ini.

"Kita sarankan agar masalah gajah ini mendapat dukungan internasional, termasuk dalam bidang finansial, agar konservasi dapat berkelanjutan," kata Agus Sutito, kepala sub direktorat spesies dan konservasi, yang hadir dalam pertemuan itu.

"Ada juga aspek lain yang tidak dapat ditangani sendiri, misalnya perdagangan ilegal (gading) yang melibatkan negara lain," kata Agus kepada BBC Indonesia.

Rekomendasi pertemuan ini akan dibawa pada pertemuan yang lebih besar dan melibatkan 50 negara di Afrika dan Asia tahun 2013, juga di India.

"Para delegasi yang hadir di sini mewakili dua pertiga populasi gajah di dunia," kata Menteri Lingkungan India Jairam Ramesh dalam pertemuan yang disebut Elephant-8 Group.

Pertemuan ini juga dihadiri dari delegasi dari Botswana, Kongo, Kenya, Sri Lanka, Tanzania dan Thailand.

Habitat di Indonesia

Penyitaan gading gajah di Kenya (6/05)

Sejumlah gading gajah disita dari perdagangan ilegal di Kenya, Afrika

Di Indonesia, menurut Agus Sutito, populasi gajah Sumatra dan Kalimantan hanya sekitar 2.400 ekor dan habitat juga terus menyusut karena pembangunan jalan, perumahan dan perkebunan.

"Populasi gajah liar di Indonesia hanya tinggal sekitar 2.400 sampai 2.800 ekor. Pada tahun 1980an, terdapat 40 kantung populasi dan sekarang tinggal 21. Jadi habitatnya terus menghilang," kata Agus.

Jumlah populasi gajah paling banyak di Sumatra dan di Kalimantan, menurut Agus, hanya sekitar 60 ekor.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia mencoba membangun daerah konservasi baru dan juga koridor yang menghubungkan gajah yang terpisah karena pembangunan.

"Mereka terisolasi karena pembangunan jalan, perkebunan dan lain-lain. Jadi kita coba bangun koridor penghubung (antar habitat). Tapi ini juga susah," tambah Agus.

Para pakar satwa liar mengatakan gajah Afrika dan Asia menghadapi berbagai ancaman dan upaya bersama diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup binatang ini.

Populasi gajah di India diperkirakan 25.000 ekor namun jumlahnya terus menurun karena perburuan dan hilangnya habitat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.