
Kondisi tanaman gadum di Eropa utara setelah lama tidak hujan
Para petani di Eropa bagian utara saat ini mengalami kondisi tanah antara kering dan kering kerontang karena musim semi yang kering berubah menjadi musim panas. Kondisi ini tidak biasa terjadi.
Prancis -produsen gandung terbesar UE- sudah membentuk "komite kemarau" yang membatasi pemakaian air di banyak kawasan dan mencabut larangan penggunaan lahan tidur untuk dimakan ternak.
Komisi Eropa baru saja mensahkan secara prinsip permintaan Prancis agar dilakukan pembayaran lebih awal uang bantuan Common Agricultural Policy (CAP) kepada para petani mereka yang seharusnya diterima bulan Desember, menjadi 16 Oktober.
Sementara banyak bagian Eropa yang mendapat kurang dari 40% curah hujan rata-rata antara Februari dan April, negara-negara UE lainnya mungkin akan meminta hal yang sama.
Kalau panen gandum -yang merupakan produk pertanian kedua di UE setelah anggur- terganggu tahun ini, tidak hanya memukul petani tetapi juga konsumen karena harga pasta akan naik.
"Lihat akar ini, kering dan pendek," kata petani rapeseed (semacam rumput untuk minyak goreng), Pascal Seingier, pekan ini di ladangnya dekat Lumigny di Prancis utara.
"Lihat akar ini, kering dan pendek"
Pascal Seingier
"Tidak ada yang tumbuh. Dan seluruh bagian atas ladang ini seperti itu. Untunglah tidak begitu di bagian bawah. Tetapi di dareah yang tidak ada waduk air, semuanya begitu."
'Kami tak percaya'
Tanah retak dan dedaunan yang mati terlihat di segenap pelosok kawasan Ile-de-France, kata kantor berita Reuters.
Di lahan pertanian keluarga di bagian lain, l'Essone, Nicolas Dufour dan ayahnya Jean-Marc juga kesulitan menanam rumput minyak (rapeseed) serta gandum dan tanaman padi-padian lainnya.
"Kami mulai khawatir pada awal April setelah melihat bulan Maret lewat tanpa hujan yang berarti," kata putra Jean-Marc itu kepada surat kabar Prancis, Le Monde, bulan ini.
"Sebetulnya sempat ada hujan deras tetapi karena tanahnya terlalu kering, jadi tidak ada artinya."
Di lahan pertanian, mereka tidak percaya lagi pada hujan, kata Nicolas. "Setiap kali gerimis mau datang, cuaca kemudian berubah dan tidak lagi yang turun."
"Besar sekali kemungkinan suhu akan jauh di atas normal pada musim panas ini Eropa"
Pakar cuaca di Inggris
Menurut Menteri Pertanian Prancis Bruno Le Maire, kemarau bisa juga sangat mengganggu para peternak karena mereka akan menghadapi kekurangan makanan dan otomatis harganya akan melambung.
Yang amat mencemaskan adalah kemarau tahun ini datang lebih cepat, seperti kejadian tahun 1976 yang dialami Jean-Marc Dufour dan generasinya.
Kemarau berat tahun itu memuncak dengan gelombang panas. Waktu itu, di Inggris cukup lama berlangsung suhu di atas 30C. Akankah ini terjadi lagi di tahun 2011?
Suhu di atas normal
Kantor cuaca Inggris, Met Office, tidak mau membuat prakiraan jangka panjang karena, kata mereka, tidak bagus bagi publik.
Namun demikian, kantor cuaca Prancis (Meteo France) memperkirakan temperatur di atas rata-rata untuk negara itu mulai dari Mei sampai Juli, dan pola ini diperkiakan akan melanda Eropa utara.

Waduk Taf Fechan di Wales nyaris kering total di tahun 1976
"Besar sekali kemungkinan suhu akan jauh di atas normal pada musim panas ini Eropa," kata seorang pakar prakiraan cuaca di Inggris.
"Tetapi tahun 1976 itu sangat luar biasa, saya tidak akan menyamakannya saat ini."
Meskipun kejadian '76 tidak terulang, sekarang ini sudah banyak kerusakan terjadi.
Produk gandum empuk Prancis diperkirakan turun 11,5% tahun ini dibanding tahun 2010, sebagai dampak langsung hujan yang tidak ada selama tiga bulan belakangan.
Sedangkan di Jerman, panen gandum diperkirakan akan turun 7,2% dibanding tahun lalu.










