Koran khusus untuk warga Filipina di UEA

Terbaru  17 Mei 2011 - 19:02 WIB
Mingguan Kabayan di ruang percetakan

Edisi perdana Mingguan Kabayan (Kabayan Weekly) masih di ruang percetakan

Sambil mengambil satu eksemplar surat kabar yang baru diterbitkannya, Atallah Habib membuka cepat halaman demi halaman yang masih hangat itu sebelum mengangkatnya tinggi-tinggi untuk dijepret oleh seorang jurufoto untuk diabadikan.

Semua tim kecil redaksi sudah kumpul untuk melihat edisi pertama Kabayan Weekly (Mingguan Kabayan) keluar dari mesin cetak.

Sebanyak 40.000 eksemplar dicetak hanya dalam satu jam, tetapi gagasan ini, kata pemiliknya, sudah ada sejak beberapa tahun.

Pada era penciutan penjualan surat kabar global, tentunya peluncuran koran baru tampak cukup berani.

Namun Mingguan Kabayan menggantungkan harapannya pada pembaca yang spesifik, yaitu sekitar 600.000 warga Filipina yang bermukim di Uni Emirat Arab (UEA).

Meskipun jumlahnya sekitar 12% dari jumlah penduduk, sampai sekarang belum ada surat kabar untuk komunitas Filipina, kata Habib.

"Ada koran dalam bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Hindi, bahasa Urdu, tetapi tidak ada untuk warga Filipina. Kami berpendapat ada pasar yang nyata untuk koran ini."

'Daya beli'

"Semua orang Filipina mengirim uang mereka ke tanah air setiap bulan, jadi semua perusahaan jasa penukaran uang akan tertarik memasang iklan"

Atallah Habib, pemilik Kabayan Weekly

Sekitar 60% berita ditulis dalam bahasa Tagalog, sisanya dalam bahasa Inggris, yang sebagian besar diambil dari kantor-kantor berita.

Dan dengan mempekerjakan wartawan di Dubai, Abu Dhabi, dan di Filipina sendiri, ternyata biaya operasi koran ini tidak murah.

Dengan harga sampul hanya dua dirham (sekitar Rp4.500) maka pendapatan iklan akan menjadi penting bagi kelanjutan surat kabar ini.

Sementara sekitar 25% warga Filipina di UEA yang bekerja dalam posisi manajerial, sebagian besar adalah mereka yang berpenghasilan rendah, yang umumnya bekerja di toko-toko, kafe, dan restoran.

Tidak ada iklan yang dipasang untuk edisi pertama ini, tetapi Habib mengatakan pasar warga Filipina memiliki penghasilan lebih yang akan menarik orang untuk memasang iklan.

"Komunitas Filipina memiliki daya beli yang kuat," katanya.

"Semua orang Filipina mengirim uang mereka ke tanah air setiap bulan, jadi semua perusahaan jasa penukaran uang akan tertarik memasang iklan.

"Dan orang Filipina suka jaringan restoran cepat saji, jadi kami akan menghubungi mereka.

"Kemudian ada bank-bank, badan-badan visa, badan pariwisata, semua perusahaan itu, dan banyak lainnya suka dengan kue Filipina."

Berusaha mendapatkan loyalitas

Atallah Habib bersama tim redaksi

Atallah Habib bersama tim redaksinya

Penerbit koran ini mengatakan mungkin perlu waktu enam bulan baru bisa untung. Tetapi surat kabar ini diluncurkan di pasar kompetitif dengan begitu banyak koran gratis.

Surat kabar dengan pembaca yang khusus memiliki peluang untuk sukses, kata pemimpin redaksi Middle East and Nort Africa Media Guide, Ben Smalley. Namun banyak juga hambatan, katanya.

"Cukup sulit untuk meluncurkannya, khususnya di tengah kondisi pasar saat ini, tambahan lagi meminta orang membayar koran," ujarnya.

"Orang cenderung akan setia pada koran yang dibacanya selama ini."

Kabayan Weekly bukan yang pertama untuk usaha seperti ini.

Peluncurannya berlansung tujuh tahun serelah penerbitan Pinoy News yang memiliki agenda serupa namun mati dalam beberapa bulan.

"Waktu itu perusahaan-perusahaan yang mau memasang iklan untuk warga Filipina adalah mereka yang memiliki pelanggan orang Filipina," kata Albert Alba, yang pindah dari Manila ke Dubai pada tahun 2004 untuk menjadi pemimpin redaksi Pinoy News.

"Tetapi dalam dua tahun terakhir saya melihat pemain-pemain besar --seperti pasar serba ada-- menganggap kami sebagai bagian dari pembeli mereka."

Jumlah warga yang makin besar juga menjadi faktor di sini, tambahnya.

Namun Alba khawatir, meskipun memiliki situs internet, problem terbesar surat kabar ini adalah penerbitan seminggu sekali itu.

"Sangat berat untuk menyajikan berita baru yang belum diketahui pembaca," katanya.

"Kalau disajikan masalah yang sudah mereka baca di internet, atau bahkan di Facebook, kita harus menyajikan sesuatu yang lebih sehingga mereka akan terus membaca koran kita."

Suara pemerintah

Atallah Habib

Atallah Habib mengatakan masih ada peluang di tengah padat pasar media Uni Emirat Arab

Pemimpin redaksi Mingguan Kabayan, Camcer Ordonez Imam, berencana untuk memuat berita dari UEA dan berita dari Filipina serta menyajikan dengan baik gosip selebriti dan olahraga. Halaman depan minggu ini memuat foto juara tinju Filipina, Manny Pacquiao.

Tetapi koran ini bisa juga membantu warga pembaca dengan memuat peringatan tentang penipuan dan bagaimana cara melindungi diri dari majikan yang nakal.

Tiap edisi juga menyediakan ruang untuk pemerintah UEA dan kedutaan Filipina untuk informasi praktis yang payah didapat oleh orang tidak mengerti bahasa Inggris atau bahasa Arab.

"Setiap kebijakan baru, petunjuk baru, yang berdampak pada orang Filipina yang tinggal dan bekerja di sini akan diterbitkan," kata Imam.

"Rincian mengenai bagaimana warga Filipina bisa memperpanjang paspor mereka atau visa mereka, belum sampai ke rumah-rumah warga kami. Jadi, kami sajikan ini untuk mereka," katanya.

Habib memiliki usaha pengrekrutan perawat dan dia memutuskan untuk menerbitkan koran setelah mendengar berita orang Filipina ditipu oleh pengerah tenaga kerja ilegal yang menjajikan pekerjaan yang sebenarnya tidak ada di UEA.

"Saya banyak tahu tentang kesulitan yang dihadapi sebagian untuk masuk ke negara saya dan ini membuat saya sedih," katanya. Dia menambahkan koran ini akan dibagikan gratis kepada maskapai penerbangan yang terbang antara Filipina dan UEA.

"Kalau hanya satu orang membawa koran ini dan tahu tentang negara ini, undang-undangnya, dan hak mereka sebagai pekerja, berarti mereka bisa terhindar dari penipuan.

"Itu yang akan membuat koran ini berguna. Tidak hanya untuk mencari untung."

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.