BBC navigation

Endeavour melakukan misi terakhirnya

Terbaru  17 Mei 2011 - 01:00 WIB
Peluncuran Endeavour

Peluncuran misi terakhir pesawat ulang-alik Endeavour, salah satu misi terpenting NASA

Pesawat ulang-alik AS, Endeavour, telah diluncurkan untuk menjalani misi terakhirnya.

Roket peluncurnya menjulang ke angkasa pagi yang cerah di atas Pusat Antariksa Kennedy (Kennedy Space Center, KSC) di Florida, disaksikan oleh ratusan ribu penonton.

Di antara mereka adalah Gabrielle Giffords, isteri komandan Endeavour, Mark Kelly. Giffords adalah politisi Arizona yang ditembak kepalanya oleh pria bersenjata pada bulan Januari.

Para dokter merasa puas dengan kondisi wanita itu untuk mebolehkan dia pergi ke KSC untuk menyaksikan keberangkatan suaminya.

"Misi ini mencerminkan kekuatan kerja tim, tekad dan eksplorasi," kata komandan misi dalam panggilan radio kepada para pengawas peluncuran beberapa saat sebelum tinggal landas. "Ini ada di dalam DNA negara kita yang hebat untuk mencapai bintang dan melakukan eksplorasi. Kita tidak boleh berhenti."

Endeavour meluncur setelah pukul 0856 waktu setempat (2056 WIB).

"Peluncuran terakhir Endeavour hari ini merupakan kesaksian bagi kemampuan dan keunggulan Amerika dalam penerbangan angkasa"

Charles Bolden, NASA

Pesawat itu sekarang dalam perjalanan untuk berlabuh di Stasiun Angkasa Internasional (ISS) hari Rabu (18/5).

Pesawat ini akan mengantarkan bahan eksperimen fisika senilai $2 miliar dollar, yang dikenal sebagai Alpha Magnetic Spectrometer (AMS) dan sejumlah suku cadang penting.

Setelah Endeavour pulang ke Bumi, maka satu-satunya pesawat ulang-alik yang masih aktif di badan antariksa AS (Nasa) adalah Atlantis.

Pesawat terakhir ini akan melakukan misi penghabisannya pada bulan Juli.

Keunggulan Amerika

"Peluncuran terakhir Endeavour hari ini merupakan kesaksian bagi kemampuan dan keunggulan Amerika dalam penerbangan angkasa," kata administrator Nasa, Charles Bolden, dalam satu pernyataan.

"Sementara kita menyongsong masa depan yang cerah dengan ISS sebagai pelabuhan kita dan tujuan-tujuan baru di angkasa jauh, kita salut kepada para astronot dan awak darat yang telah memastikan misi sukes pesawat orbit ini.

"Kehadiran anggota Kongres, Garbielle Giffords, pada peluncuran ini memberikan dorongan kepada kita semua, pada saat program angkasa Amerika telah menapak waktu 50 tahun."

Mark Kelly dan Gabrielle Giffords

Mark Kelly dan Gabrielle Giffords sebelum ditembak oleh seorang pria di Arizona

Setelah merampungkan program ulang-alik selama 30 tahun, Amerika akan menggunakan Soyuz Rusia untuk menerbangkan para astronotnya ke ISS.

Sejumlah pesawat pengangkut komersial nasional AS diperkirakan akan memasuki pelayanan sekitar pertengahan dasawarsa ini.

Nasa nantinya akan menyewa "taksi-taksi" astronot itu. Pengaturan ini merupakan perubahan besar cara kerja Nasa. Badan ini tidak akan lagi memiliki kendaraan yang digunakannya untuk pergi ke orbit rendah Bumi.

Rencana layanan swasta ini akan membuat Nasa bisa menggunakan sumber dayanya untuk Sistem Peluncuran Angkasa yang mampu terbang melewati ISS, sampai ke Bulan, asteroid dan ke Mars.

Endeavour dibangun untuk menggantikan Challenger yang musnah bersama tujuh awaknya dalam kecelakaan dahsyat pada tahun 1986.

166 juta km

Misi terakhir ini merupakan penerbangan ke-25 Endeavour setelah mencatat jarak tempuh akumulatif di angkasa sejauh 166 juta km --rentag yang lebih panjang dari jarak antara Bumi dan Matahari.

Capaian penting dalam karir pesawat ulang-alik ini termasuk misi pertama pembangunan ISS, dan misi layanan pertama ke Teleskop Angkasa Hubble. Yang terakhir ini membawa peralatan untuk membetulkan kesalahan di dalam sistem peneropongan teleskop itu, sehingga memukingkannya mengambil gambar-gambar yang luar biasa dari jagad raya.

"Partikel-partikel energi tertinggi itu berasal dari angkasa raya"

Prof Sam Ting, AMS

Nasa berharap muatan di dalam Endeavour untuk misi terakhirnya ini juga akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang hebat.

Alpha Magnetic Spectrometer (AMS) memerlukan waktu 17 tahun untuk persiapan peluncurannya. Alat ini dibuat dengan kerja sama para periset internasional di 16 negara.

Mesin ini akan dipasang di atas puncak ISS dan dari sini alat tersebut akan melakukan pengamatan lengkap sinar-sinar jagad raya.

Sinar-sinar itu adalah partikel bertenaga tinggi yang bergerak ke arah Bumi dari semua penjuru jagad raya.

Pebentukan jagad raya

Scientists hope that in characterising these particles they can address similar sorts of questions to those pursued in particle accelerators in Earth laboratories - how did the Universe come into being and how is it constructed?

Para ilmuwan berharap melalui upaya pengenalan partikel-partikel itu mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa yang ada dalam akselerator partikel di berbagai laboratorium di Bumi, yaitu bagaimana Jagad Raya terjadi dan bagaimana pembentukannya?

Tetapi, penyelidik utama AMS, Profesor Sam Ting, mengatakan kepada BBC bahwa eksperimen angkasanya akan menjelajahi wilayah yang berada di luar jangkauan teknologi darat.

Awak misi terakhir Endeavour

Awak misi terakhir Endeavour yang dipimpin oleh komandan penerbangan, Mark Kelly (paling kanan)

"Partikel-partikel energi tertinggi itu berasal dari angkasa raya," katanya. "Tidak peduli sebesar apa akselerator kita buat di Bumi ini, kita tidak akan bisa bertarung dengan sinar jagad raya." Partikel-partikel tersebut diserap oleh atmosfir dan satu-satunya cara untuk memempelajarinya dengan benar adalah pergi ke orbit, katanya menambahkan.

Rekan awak Kelly dalam misi terakhir Endeavour adalah pilot Greg Johnson dan spesialis misi Mike Fincke, Drew Feustel, Greg Chamitoff dan Roberto Vittori dari Badan Angkasa Eropa.

Inilah pertama kali penerbangan pesawat ulang-alik bagi Fincke dan Vittori meskipun mereka berdua adalah astronot yang sangat berpengalaman yang telah ikut dalam misi-misi Soyuz ke ISS. Sekembalinya nanti, jumlah total waktu Fincke di orbit menjadi 381 hari --suatu rekor untuk orang Amerika.

Vittori menjadi astronot internasional terakhir yang terbang dengan pesawat ulang-alik.

Topik Terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.