BBC navigation

Prancis kembalikan mumi Maori

Terbaru  9 Mei 2011 - 19:39 WIB
toi moko

Pejabat Prancis menyerahkan toi moko kepada perwakilan warga suku Maori

Mumi kepala prajurit Maori akan dikembalikan ke Selandia Baru setelah lama disimpan di museum Prancis.

Penyerahan mumi ''toi moko'' berlangsung menyusul kampanye bertahun-tahun yang dilancarkan oleh pemuka warga suku Maori dan pejabat Selandia Baru.

Mumi kepala bertato itu disimpan di Museum Rouen di Prancis utara sejak tahun1875.

Lebih dari 300 kepala manusia yang diawetkan itu dikembalikan dari beberapa negara sejak Selandia Baru mulai memintanya dikembalikan.

Aparat museum Prancis menyatakan mereka tidak tahu bagaimana toi moko itu masuk dalam koleksi mereka.

Hingga tahun 1996, mumi kepala itu dipamerkan kepada publik bersama-sama dengan koleksi prasejarah milik Museum Rouen, kata direktur museum tersebut, Sebastien Minchin.

''Seperti dilakukan pada saat itu, mereka membandingkan ''orang-orang liar'' dari sisi lain dunia dengan manusia gua kami,'' kata Minchin kepada kantor berita Associated Press.

Mumi kepala tersebut diduga salah satu dari sekitar 15 relik serupa yang berada di Prancis dan satu dari sekitar 500 benda serupa di seluruh dunia.

Selandia Baru mulai meminta mumi tersebut pada tahun 1980-an, namun undang-undang Prancis mengenai artefak budaya tidak memungkinkan benda budaya itu dilepas.

Pemungutan suara

Pada tahun 2007, dewan museum Rouen mengadakan pemungutan suara yang hasilnya menyetujui relik tersebut dipulangkan.

"Seperti dilakukan pada saat itu, mereka membandingkan ''orang-orang liar'' dari sisi lain dunia dengan manusia gua kami"

Sebastien Minchin

Namun, keputusan itu dibatalkan oleh Kementerian Kebudayaan Prancis, yang khawatir langkah itu akan menciptakan preseden bagi negara-negara lain untuk meminta balik artefak bernilai sejarah milik mereka.

Ritual tradisional dijadwalkan dilakukan di balai kota Rouen hari Senin menyerahkan mumi kepala itu kepada perwakilan museum Te Papa.

Tim dari museum yang berlokasi di Wellington tengah mengadakan perjalanan keliling Eropa untuk mengumpulkan kembali berbagai relik asal Selandia Baru.

Koran Selandia Baru Dominion Post melaporkan delegasi tersebut akan membawa pulang total sembilan kepala mumi.

''Pemerintah Prancis telah memberi Te Papa, atas nama bangsa Maori, kesempatan untuk membawa pulang leluhur,'' kata pemimpin komunitas warga Maori, Michelle Hippolite kepada koran tersebut.

Dalam tradisi kuno mereka, orang Maori menyimpa kepala pemuka suku sebagai hasil perang. Belakangan kepala yang diawetkan itu dicari-cari oleh para penjelajah Barat.

Akibat permintaan yang begitu tinggi, beberapa orang diyakini dibunuh hanya demi mendapatkan kepala mereka dan beberapa budak ditato sebelum kemudian dibunuh.

Begitu sampai di Selandia Baru, mumi kepala manusia yang dipulang akan menjalani tes DNA, jika dirasa perlu, untuk memastikan lokasi adat yang tepat untuk pemakaman mereka.

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.