Musisi Israel gelar konser di Jalur Gaza

Terbaru  4 Mei 2011 - 15:46 WIB

Daniel Barenboim memimpin orkestra untuk perdamaian di Jalur Gaza

Musik, konon adalah suatu yang universal dan bisa menembus semua jenis penghalang dan perbedaan.

Teori inilah yang akan dibuktikan musisi Israel Daniel Barenboim yang akan memimpin orkestra yang berisi para musisi Eropa untuk menggelar konser perdamaian di Jalur Gaza, Palestina.

Pemerintah Israel melarang semua warga negaranya memasuki Gaza, sehingga Barenboim dan 25 orang musisi Eropa harus melalui Mesir untuk mencapai Gaza.

Selama bertahun-tahun, Barenboim sudah dikenal menggunakan musiknya untuk mengupayakan perdamaian antara Palestina dan Israel..

Barenboim, yang menjadi warga negara kehormatan Palestina tahun 2008, dikenal dengan upayanya membuat orkestra yang beranggotakan para musisi Arab dan Israel.

Orkestra yang kemudian dikenal dengan nama Orkestra Diva Timur-Barat itu menggelar pertunjukan di Ramallah, Tepi Barat tahun 2005.

Namun, kata wartawan BBC di Ramallah Jon Donnison, pagelaran di Jalur Gaza merupakan rencana paling ambisius Barenboim.

Tidak bernuansa politik

Warga Jalur Gaza nampaknya menyambut baik upaya yang dilakukan Barenboim dan para musisi orkestranya.

Tepuk tangan meriah menyambut Barenboim saat memasuki Pusat Budaya al-Mathaf, Gaza.

"Dan dari sisi politik, kunjungan ini penting untuk menunjukkan bahwa Gaza adalah tempat yang aman"

Ibrahim al-Najjar

Dia mengatakan seluruh anggota orkestra itu memiliki dua kesamaan.

"Mereka adalah musisi-musisi terbaik...dan mereka peduli akan masalah kemanusiaan," papar Barenboim.

"Dan ini adalah persembahan unik dari Eropa untuk Gaza," tambah dia.

Orkestra yang kemudian disebut Orkestra untuk Gaza itu memang terdiri dari musisi anggota lima orkestra ternama Eropa termasuk Orekstra Berlin dan Wina Philharmonic.

Mereka menampilkan sejumlah karya klasik Mozart misalnya Eine Kleine Nachtmusik dan simfoni G minor.

"Kunjungan ini sangat penting bagi kami karena berbagai alasan, baik alasan budaya dan kemanusiaan," kata Direktur Sekolah Musik al-Qattan Ibrahim al-Najjar seperti dikutip AFP.

Sekolah musik al-Qattan adalah sekolah musik satu-satunya di Jalur Gaza.

"Dan dari sisi politik, kunjungan ini penting untuk menunjukkan bahwa Gaza adalah tempat yang aman," tambah Ibrahim.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.