Aktivis lesbian tewas mengerikan

Terbaru  3 Mei 2011 - 20:21 WIB
illustrasi

Organisasi hak asasi internasional Human Rights Watch mengutuk pembunuhan secara brutal seorang aktivis lesbian di Afrika Selatan yang disebut bermotif kebencian.

Organisasi yang bermarkas di Amerika itu menyeru kepada polisi untuk menemukan mereka yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Noxolo Nogwaza.

Ia dipukul menggunakan batu dan ditusuk tanggal 24 April setelah terjadi pertengkaran di sebuah bar in KwaThema, sebelah timur Johanesburg.

Para aktivis mengatakan perempuan gay Afrika Selaan sering menjadi sasaran pemerkosaan yang disebut warga setempat pemerkosaan untuk memperempuankan kembali.

Tidak seperti negara-negara Afrika lain, homoseksualitas tidak dilarang di Afrika Selatan, dan konstitusi melarang diskriminasi karena orientasi seksual.

Tetapi para aktivis mengatakan gay dan lesbian sering mendapat serangan di kawasan perkotaan.

''Kematian Nogwaza merupakan satu dari sekian kejahatan sadis yang menimpa lesbian dan laki-laki gay, dan waria di Afrika Selatan,'' kata peneliti di Human Rights Watch, Dipika Nath.

Polisi mengatakan sedang menyelidiki kasus ini dan sedang menunggu hasil post-mortem.

Upacara doa digelar di luar rumah Nogwaza dan beberapa aktivis mendengar ancaman dari kalangan laki-laki yang ikut hadir.

Sempat muncul kekhawatiran pembunuh Nogwaza ada di dalam kerumunan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.