BBC navigation

Operasi memburu Osama ada di Twitter

Terbaru  2 Mei 2011 - 22:29 WIB
Sohaib Athar Twitter

Sohaib Athar mengatakan dia salah satu diantara beberapa orang yang gunakan Twitter di Abbottabad

Serbuan yang menwaskan Osama bin Laden diungkapkan pertama kali di Twitter.

Seorang konsultan IT (Information Technology) secara tidak sadar mengirimkan pesan twitter tentang operasi militer yang dipimpin AS pada saat berlangsung.

Sohaib Athar menulis bahwa satu helikopter berputar-putar di atas tak lama sebelum serangan dimulai dan mengatakan bahwa heli itu tampaknya bukan pesawat Pakistan.

Dia baru sadar tentang signifikansi dari pesan tweetnya setelah Presiden Obama mengumumkan rincian kematian Bin Laden.

Twit pertama Athar mengenai serbuan itu terjadi sekitar pukul 01.00 pagi waktu setempat (20.00 GMT, Minggu, 1 Mei 2011).

Dia menulis: "Helikopter berputar-putar di atas Abbottabad pada pukul 1 pagi."

Segera setelah itu, dia melaporkan suara ledakan, yang kemudian diketahui sebagai suara pasukan AS meledakkan helikopter mereka yang rusak.

"Ledakan besar yang menggetarkan jendela di Abbottabad Cantt. Saya harap ini bukan awal dari sesuatu yang jelek : -S"

Selama serbuan berlangsung, Athar mengumpulkan informasi dari teman-teman di kawasan sekitar yang juga sedang online.

"Beberapa orang di online pada waktu malam seperti ini mengatakan salah satu helikopter itu bukan milik Pakistan..."

"Orang mengatakan itu bukan gangguan teknis dan heli itu ditembak jatuh. Saya mendengarnya berputar 3-4 kali di atas."

Kota Abbottabad

Para pejabat AS menyatakan serbuan itu berlangsung kurang dari 40 menit, tetapi Athar mengatakan masih ada militer di kawasan itu dua jam kemudian.

"Dan sekarang, satu pesawat sedang terbang di atas Abbottabad..."

Dalam biografi Twitter-nya, Sohain Athar menyebut dirinya sebagai seorang konsultan IT yang sedang istirahat dengan bersembunyi di pegunungan dengan laptopnya.

Twitter Keith Urbahn

Pembantu politik dan tweeter @keithurbahn tahu apa yang terjadi sebelum pengumuman

Namun demikian, pesan yang dikirimnya selama dan setelah serbuan itu menunjukkan kejengkelan bahwa peristiwa dunia terdeteksi olehnya.

"Saya duga Abbottabad akan penuh sesak seperti Lahore yang saya tinggalkan sementara untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan. *lega*"

Athar mengatakan kepada wartawan BBC di Pakistan, Nosheen Abbas, bahwa tweet-nya memicu permintaan wawancara dari organisasi media di seluruh dunia.

Dia juga mengatakan tidak terkejut menjadi satu-satunya orang yang menulis tentang peristiwa itu ketika terjadi.

"Saya sudah bertweet selama 5-6 tahun, dan mengirim tweet mengenai Abbottabad karena tidak ada seorang pun yang berbicara tentang kota ini,

"Ternyata, tidak banyak orang yang menggunakan Twitter di sana. Semua orang menggunakan Facebook," katanya.

Konfirmasi Twitter

Sebelum Presiden Obama mengukuhkan kematian Osama bin Laden, para tweeter yang tahu mulai berspekulasi di online mengenai alasan konferensi pers yang dilaksanakan tergesa-gesa di Gedung Putih.

Keith Urbahn, kepala staf untuk mantan menteri pertahanan AS, Donald Rumsfeld, menulis, "Saya diberi tahu oleh orang yang terpercaya bahwa mereka telah membunuh Osama bin Laden."

Sementara sejumlah pengamat mengatakan bahwa tweet Urbahn sebagai bukti lebih lanjut bahwa media arus utama kesuliatan mengikuti Twitter, penulisnya sendiri skeptis.

Dia menulis, "sumber saya adalah produser berita TV jaringan yang punya koneksi. Berita tentang 'kematian MSM' karena tweet saya "yang pertama", sangat dibesar-besarkan."

Dalam tweet yang lain, dia mengatakan, "Sebagaimana saya yakin akan kebangkitan 'jurnalistik rakyat', blog, twitter dsb yang akan menggantikan media tradisional, tweet saya bukanlah bukti besar tentang itu."

Alat revolusi

Dalam lima tahun sejak Twitter diciptakan, media ini berperan semakin besar dalam melaporkan peristiwa-peristiwa dunia.

Halaman Twitter

Pendiri Twitter, Biz Stone, dan para pemuka teknologi lainnya bebricara tentang kekuatan jaringan sosial

Pertama kali orang melihat potensi situs ini adalah pada tahun 2009 ketika satu pesawat US Airways melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson, New York.

Penumpang feri, Janis Krums, mentweet gambar pesawat yang mengalami kecelakaan itu beberapa saat setelah jatuh.

Belakangan ini, Twitter dipuji sebagai katalisator yang membuat peristiwa-peristiwa dunia bisa terjadi.

Para pengunjuk rasa antipemerintah di Timur Tengah dan bagian-bagian Afrika sangat banyak menggunakan situs internet, bersama dengan Facebook, untuk mengirimkan pesan-pesan mereka.

Pemberontakan Mesir 2011 yang berakhir dengan penggulingan Presiden Husni Mubarak, dikatakan oleh banyak orang sebagai "Revolusi Twitter".

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.