BBC navigation

Petani Cina bisa buat robot

Terbaru  2 Mei 2011 - 17:25 WIB
Robot yang dibuat oleh Wu Lulu

Wu Lulu membuat robot setelah melewati banyak kesulitan

Wu Lulu pernah menjadi petani tanpa ada pendidikan formal. Dia membuat robot teknologi rendah dari bahan rongsokan apa saja yang bisa didapatnya.

Usaha Wu untuk membuat robot, tidaklah mudah. Ia boleh dikatakan jungkir balik sebelum bisa mewujudkan kreasinya.

Pada satu ketika, Wu --yang berusia 50 tahun-- menyangka detonator yang dipegangnya adalah baterei. Rumahnya habis terledakkan dan wajahnya pun hangus.

Tetapi setelah lebih 20 tahun mencoba terus, ketekunannya itu membuahkan hasil.

Dia mendaftarkan diri untuk ikut sayembara di televisi khusus bagi para penemu. Dia merebut hadiah pertama, termasuk uang tunai.

Keberhasilannya itu menghentikan kritik para tetangganya yang berpendapat bahwa dia seharusnya menggunakan waktu untuk merawat sawahnya, bukan untuk membuat mesin impiannya.

Dan sekarang, Wu menukar sawahnya dengan pabrik tempat dia --dan tim pekerjanya yang berjumlah 50 orang-- merancang robot-robot yang dipesan peminat.

"Saya tergila-gila membuatnya," kata Wu.

Semangat kreativitas

Wu Lulu

Impian Wu Lulu untuk membuat robot akhirnya terwujud dengan 50 orang pekerja sekarang

Wu sudah merancang 50 robot yang dinamakannya dengan nama dia sendiri.

Model yang populer adalah Wu 32 --robot berukuran manusia yang menarik beca. Bibirnya dibuat dari busa; matanya berputar-putar dan telinganya bisa bergerak.

Robot ini juga bica berbicara dengan mengatakan, "Halo semuanya, Wu adalah ayahku."

Ciptaan-ciptaannya membuat Wu terkenal. Dia sering diminta oleh berbagai sekolah dan universitas untuk memberi kuliah.

"Anak-anak muda sekarang ini sangat tertarik pada robot," katanya. "Saya senang mengajarkan kebolehan saya kepada mereka dan berkontribusi pada perekonomian."

Semangat kreativitasnyalah yang ingin diperkuat oleh pihak berwenang Cina.

Mereka menghabiskan miliaran dollar untuk mengembangkan industri berteknologi tinggi di negara itu, dengan keyakinan bahwa pekerjaan yang bergaji besar akan meningkatkan taraf hidup.

Fokus pada rancangan

"Saya senang mengajarkan kebolehan saya kepada mereka dan berkontribusi pada perekonomian"

Wu Lulu

Dalam tiga dasawarsa belakangan ini, Cina meniru teknologi yang dikembangkan negara-negara lain.

Cara ini membuat negara itu menjadi pabrik dunia yang memproduksi barang-barang ekspor murah yang sekarang mendorong pertumbuhan ekonominya yang luar biasa.

Tetapi sekarang pemerintah tidak hanya membuat produk melainkan bertekad agar Cina juga merancang berbagai produk tersebut.

"Sampai sekarang kami hanya fokus pada pembuatan," kata Gao Xudong, seorang guru besar manajemen di Universitas Tsinghua di Beijing.

"Tetapi untuk langkah berikutnya, kami perlu mengeluarkan uang lebih banyak untuk sains, menciptakan ilmu-ilmu baru, dan berkontribusi lebih banyak untuk dunia," katanya.

Di satu pabrik panel surya (solar panel) di pinggiran Beijing, kita bisa melihat sendiri langkah pemerintah mendorong inovasi.

Ada laboratorium riset dan pengembangan tempat uji coba panel-panel itu agar lebih efisien. Namun tujuan akhir tim riset adalah membuat produk mereka sendiri.

Pihak berwenang di sini ingin meningkatkan junmlah paten yang didaftarkan oleh perusahaan-perusahaan maupun kalangan perorangan Cina.

Manajer pabrik, Tian Jiang, mengatakan perusahaan mendapatkan bebas pajak untuk menjalankan risetnya. Dia yakin satu-satu cara untuk tetap kompetitif adalah dengan terus melakukan pengembangan.

Berpikir lain

Tetapi kalangan pengkritik mengatakan inovasi tidak hanya memerlukan dukungan pemerintah dan bebas pajak.

Corat-coret rancangan robot

Pengkritik mengatakan suana di Cina tidak mendorong kreativitas rakyatnya

Yang juga diperlukan adalah suasana yang bisa mendorong kreativitas.

Cina adalah negara otoriter. Dan banyak sekali aspek pengajaran di negara itu yang sifatnya masih menghafal.

"Salah satu peribahasa yang sering digunakan di Cina adalah paku yang timbul akan ditukul atau burung yang pertama terbang akan ditembak jatuh," kata Patrick Chovanec, seorang ekonom yang berkantor di Beijing.

"Sifat ini tidak akan mendorong orang berpikir lain. Masyarakat dibangun menuju kenyamanan, stabilitas dan terkendali."

Kembali ke bengkel Wu, dia adalah seorang pekerja keras.

Dia mengatakan, dia ingin membuat robot yang bisa melakukan semua kerja rumah tangga.

Tampaknya pekerjaan ini tidak mungkin tetapi pihak berwenang di Cina ingin rakyat membuat kreasi besar.

Mereka yakin semangat Wu --dan orang-orang lain seperti dia-- bisa mengubah Cina.

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.