BBC navigation

Polisi Perancis tantang batasan alkohol

Terbaru  23 April 2011 - 11:29 WIB
Polisi anti huru hara Perancis

Polisi anti huru hara Perancis sedang bertugas menghadapi demonstran.

Polisi anti huru hara Perancis menyatakan tidak menerima rencana diperlakukannya pelarangan konsumsi anggur dan bir saat mereka makan.

Mereka berkilah bahwa ada peraturan kementrian dalam negeri yang membolehkan polisi anti huru-hara mengkonsumsi satu-dua gelas bir atau anggur sebagai pencuci mulut setelah makan.

Polisi anti huru hara di Perancis sehari-harinya bertugas mengatasi ulah para supporter sepak bola, demonstran dan menertibkan keadaan negara.

Peraturan baru pemerintah ini dipicu oleh beredarnya sebuah foto seorang polisi sedang menegak bir saat bertugas menertibkan demonstrasi pada tahun 2010.

Sebuah organisasi perserikatan kerja polisi telah meminta kepada pemerintah Peracis agar mereka diperbolehkan mengkonsumsi bir di muka umum pada saat mereka makan.

Senada dengan itu, Didier Mangione, pemimpin sebuah perserikatan kerja polisi lainnya, mengukuhkan protes tersebut dengan mengirimkan surat kepada kementrian dalam negeri, membela hak para polisi anti anti huru-hara untuk mengkonsumsi bir saat menjalankan tugas.

Dalam suratnya Mangione menyatakaan "Seperti para pekerja lainnya, para polisi ini memiliki hak yang sama, yaitu boleh mengkonsumsi maksimal satu liter anggur saat mereka menjalankan tugasnya"

Para polisi tidak memiliki masalah atau sangat sedikit bermasalah dengan alkohol dibanding masyarakat lain di negeri ini. Mereka seharusnya diperbolehkan mengkonsumsinya dalam jumlah yang diperbolehkan," lanjutnya.

Foto seorang polisi

UU Perancis menyatakan selama jam kerja para karyawan dilarang mengkonsumsi alkohol kecuali anggur, bir, minuman sari apel atau sari pir.
Beberapa laporan mengatakan perilaku para polisi yang sangat toleran terhadap alkohol ini, mengakibatkan berkaleng2 bir bisa ikut dikirim bersama dengan paket makan siang mereka saat bertugas di lapangan.


Foto seorang polisi yang sedang menenggak bir saat protest para pelajar di tahun 2010 memicu reaksi yang sangat keras dari penguasa - yang mendapat reaksi yang lebih keras lagi dari para serikat pekerja polisi

Dalam nota protesnya Mangione meminta para polisi tetap diperbolehkan mengkonsumsinya selama makan siang dan tidak mereka tidak akan melakukannya di muka umum.

Pemimpin Serikan Pekerja lainnya Paul la Guennec meminta para pemimpin kepolisian untuk melakukan introspeksi.

"Apakah segelas anggur pada saat makan bisa mempengaruhi kinerja para polisi di lapangan? saya tidak yakin mereka minum air putih saat mereka makan."


BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.