Terbaru  1 Februari 2011 - 14:52 GMT

Biksu terancam penjara karena merokok

Biksu di Bhutan

Biksu-biksu di Bhutan sangat dihormati oleh masyarakat

Seorang biksu Buddha kemungkinan akan menghadapi hukuman lima tahun penjara karena melanggar UU Anti Rokok Bhutan yang sangat ketat.

Polisi belum menyebut nama biksu itu namun mengatakan dia berusia 24 tahun dan tertangkap sedang memegang 72 bungkus tembakau kunyah.

Pemerintah Bhutan mengatakan memiliki tekad kuat untuk menjadi negara pertama di dunia yang bebas dari rokok.

Bhutan melarang penjualan tembakau sejak tahun 2005.

Tetapi pihak berwenang negara itu mengakui semakin banyaknya penyelundupan tembakau dari negara tetangga, India, menjadi ancaman terhadap kebijakan itu.

Kalangan yang tidak setuju dengan kebijakan itu mengatakan aliran masuk rokok ilegal sangat besar sehingga larangan itu gagal menciptakan dampak berarti.

Orang pertama yang dijerat UU Anti Rokok

Surat kabar Bhutan, Kuensel, mengatakan sang biksu adalah orang pertama di negara itu yang didakwa dengan undang-undang tambahan yang diloloskan bulan Januari lalu yang melarang orang mengkonsumsi dan menyelundupkan tembakau.

Undang-undang sebelumnya yang diloloskan tahun 2005 memberi polisi kewenangan besar untuk memasuki rumah-rumah penduduk untuk mencari produk-produk tembakau.

Selain itu aparat juga memiliki kewenangan untuk memenjarakan pemilik toko yang menjual tembakau dan orang yang merokok bila mereka tidak memiliki izin mengimpor rokok dari departemen bea cukai, yang hanya dibolehkan dalam jumlah kecil.

Para perokok hanya boleh mengimpor 200 batang rokok atau 150 gram produk tembakau lain per bulan.

Mereka juga harus memperlihatkan surat izin dari bea cukai ketika diperiksa polisi.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.