Terbaru  27 Januari 2011 - 11:17 GMT

Evolusi genom orang utan lamban

orang utan

Populasi orang utan di Kalimantan lebih banyak dari yang di Sumatera

Evolusi genom orang utan lebih lamban dibandingkan kera-kera besar lain.

Kesimpulan ini didapat setelah para ilmuwan menyusun urutan genom orang utan di Sumatera.

Dalam kajian yang dimuat di jurnal Nature para ilmuwan mengatakan duplikasi dan pengulangan dalam urutan genom orang utan lebih sedikit.

Dr Carolin Kosiol yang ikut menulis kajian ini mengatakan perubahan dalam metablisme lipid (lemak) mungkin berperan besar dalam evolusi neorologis primata.

"Kera, terutama orang utan, memiliki tingkat reproduksi yang lebih lambat dan menggunakan energi jauh lebih rendah dibandingkan mamalia lain," kata Kosiol.

Genetika

Ia mengatakan kajian yang lebih mendalam tentang urutan genom primata lain akan membuat pemahaman yang lebih baik terhadap evolusi primata dan manusia.

Kajian urutan genom orang utan ini juga menunjukkan bahwa spesies orang utan di Sumatera berpisah dari spesies di Kalimantan sekitar 400 ribu tahun yang lalu.

Beberapa studi lain memperkirakan pemisahan tersebut terjadi lebih awal.

Data menunjukkan orang utan Sumatera secara genetika lebih beragam dibandingkan orang utan di Kalimantan.

Keragaman genetika bisa menjadi informasi berharga untuk melindungi spesies.

Daya tahun hidup dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan terkait dengan keragaman genetika.

Jumlah orang utan di Kalimantan diperkirakan mencapai 40.000 hingga 50.000 ekor sementara di Sumatera jumlahnya 7.000-7.500 ekor.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.