Terbaru  17 Januari 2011 - 14:36 GMT

Bangladesh perketat penjualan air keras

korban serangan air keras

Sengketa keluarga membuat ibu dan anaknya ini diserang dengan air keras

Tingginya kasus serangan dengan menggunakan air keras di Bangladesh membuat pemerintah memperketat perdagangan jenis asam ini.

Langkah drastis ini diambil karena serangan sering kali menyebabkan kerusakan fisik para korban.

Serangan air keras terutama ditujukan kepada wanita-wanita muda yang menolak lamaran menikah.

Proses pernikahan yang gagal, karena mahalnya mahar yang harus dibayar calon pengantin laki-laki, juga kadang berujung dengan serangan air keras terhadap calon pengantin perempuan.

Anak-anak juga menjadi sasaran dalam kasus pertikaian keluarga.

Para pegiat mengatakan air keras tersedia bebas dan banyak orang menyalahgunakan zat asam berbahaya ini.

Ancaman hukuman mati

Pemerintah Bangladesh sekarang bermaksud mengatur penjualan dan pembelian air keras dengan harapan kasus serangan dengan menggunakan zat ini menurun.

"Para pejual harus menulis nama-nama pembeli air keras sehingga kami memiliki catatannya," kata menteri perdagangan, Faruk Khan, kepada BBC.

"Intinya kami ingin membatasi perdagangan zat ini sehingga tidak akan disalahgunakan," papar Khan.

Pada tahun 2002 Bangladesh menerapkan peraturan dengan ancaman maksimal hukuman mati terhadap para pelaku serangan.

Hukuman berat membuat jumlah kasus serangan air keras menurun.

Tetapi kelompok-kelompok penekan mengatakan kekerasan masih terjadi dan jumlahnya meningkat kembali tahun lalu.

Tidak kurang dari 153 orang, sebagian besar wanita dan anak anak, menjadi korban serangan air keras sepanjang tahun lalu.

LSM di Bangladesh mengatakan lemahnya penegakan hukum membuat tidak banyak pelaku yang diseret ke pengadilan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.