Terbaru  6 Desember 2010 - 13:13 GMT

Melihat kehidupan era tsar Rusia

Ribuan surat, foto dan gambar dari anak-anak Tsar Alexander III dari Rusia ditemukan di rumah mantan guru mereka di Jenewa

Lelang barang-barang keluarga kekaisaran Rusia yang jarang dilakukan dibuka hari ini (Senin 6/12) di Jenewa.

Ratusan surat, kartu pos, foto dan bahkan daftar menu hidangan dari keluarga Tsar Alexander III yang akan dilelang itu merupakan jendela untuk melihat kehidupan di era kekaisaran Rusia.

Dokumen-dokumen itu dikirim oleh anak-anak Tsar Alexander, Nicholas (yang kemudian naik takhta menjadi Nicholas II), George, Michael, Olga dan Xenia kepada guru mereka Ferdinand Thormeyer yang berasal dari Swis.

Thormeyer lahir dan besar di Jenewa, tetapi pindah ke Rusia ketika dia remaja pada tahun 1886 dan menjadi guru bahasa Prancis dan sastra bagi anak-anak kaisar.

Selama dia mengajar anak-anak Tsar Alexander mereka sering mengirim surat-surat dan foto kepadanya, agar mereka bisa berlatih bahasa Prancis.

Dan setelah Thormeyer meninggalkan Rusia tahun 1899, mereka masih tetap menulis surat dan mengirim foto-foto kepada dia dan keluarganya.

Anak perempuan tsar, Olga, bahkan tetap berkirim surat kepada keluarga Thormeyer sampai Olga meninggal di pengasingan tahun 1960.

Tidak sengaja menemukan

Ferdinand Thormeyer dikelilingi koleksi yang dikumpulkannya semasa di Rusia

Anak-anak Tsar Alexander sangat menyayangi mantan guru mereka

Dokumen-dokumen itu baru ditemukan tahun ini, ketika salah seorang keturunan Thormeyer membereskan loteng rumah keluarga itu.

Di sana, dia menemukan sebuah peti tua besar berisi surat-surat, korespondensi dan dokumen lain dari keluarga Tsar Alexander yang dikirim dalam jangka waktu 70 tahun.

"Dia (seorang keturunan Thormeyer) datang menemui kami dengan menunjukkan 20 pucuk surat," kata Christina Robinson dari rumah lelang Hotel des Ventes di Jenewa. "Dia ingin tahu apakah surat-surat itu ada harganya."

"Kami melihat bahwa surat-surat itu ditulis oleh Olga Kulikovsky, yaitu Grand Duchess Olga Alexandrovna, adik bungsu perempuan Tsar Nicholas II," tambah Robinson.

Di loteng rumah keluarga Thormeyer itu mereka menemukan lebih dari 1.000 dokumen, termasuk foto-foto keluarga, kartu pos dan bahkan gambar-gambar sketsa.

Barang-barang itu memperlihatkan potret kehidupan di keluarga kekaisaran Rusia dengan lebih dekat dan bahwa anak-anak Tsar Alexander sangat menyayangi Thormeyer dan keluarganya.

"Saya rasa ketika Alexander III meninggal tahun 1894 Thormeyer mungkin bisa dikatakan hampir merupakan figur ayah bagi anak-anak kaisar," kata Robinson.

Grand Duke Mikhail ketika berburu beruang

Dalam suratnya, Mikhail menceritakan keberhasilannya berburu beruang

"Dalam surat-surat mereka, mereka menyebut Thormeyer sebagai 'Siocha sayang', nama kecil yang mereka berikan untuknya dan Mikhail menutup surat dengan kata-kata 'Misha yang menyayangimu', kata-kata yang sangat informal bagi seorang grand duke.

Anak-anak kaisar itu jelas merasa lebih nyaman mencurahkan perasaan kepada mantan guru mereka ketimbang kepada keluarga mereka sendiri.

Kehidupan mewah

Kehidupan keluarga tsar Rusia yang digambarkan dalam surat-surat itu tampaknya sangat berbeda dengan kehidupan rakyat Rusia pada umumnya.

Ketika kekesalan rakyat semakin meningkat, anak-anak tsar Rusia sibuk mengunjungi dan mendapat berbagai hadiah dari keluarga-keluarga kerajaan Eropa, yang hampir semuanya adalah sepupu mereka.

Pada bulan November 1910 yang sangat dingin di St Petersburg, saat banyak rakyat Rusia kelaparan, keluarga kaisar berpesta dengan berbagai makanan mewah.

Salah seorang anak kaisar menceritakan daftar menu makan malam dalam suratnya kepada Thormeyer.

Kehidupan dalam pengasingan

Tsar Alexander III dan keluarganya, tahun 1888

Tsar Alexander III dan keluarganya tahun 1888

Tentu saja, hidup sebagian besar anggota keluarga kaisar berakhir dengan darah ketika terjadi revolusi tahun 1917.

Mikhail, Tsar Nicholas II dan keluarga besar mereka ditembak mati. Olga dan Xenia berhasil melarikan diri ke pengasingan.

Tetapi dalam surat-surat yang mereka kirim tampaknya mereka tidak mengetahui apa yang akan terjadi.

"Kami membaca satu surat dari Olga tahun 1914, yang diawali dengan cerita mengenai cuaca dan koleksi bunganya," kata Robinson.

"Tampaknya dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya, apalagi situasi politik di Rusia."

"Setelah itu ada surat dari tahun 1920, jadi kita tidak mengetahui dari surat itu apa yang terjadi."

Setelah aman di pengasingan di Denmark dan kemudian Kanada, Olga terus menulis surat kepada mantan gurunya sampai dia meninggal.

Sekarang, surat-surat dari keluarga kekaisaran terakhir Rusia itu diperkirakan akan terjual sekitar $70.000-$100.000.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.