
Warga lansia Kuba tidak memperoleh rokok murah mulai September
Warga lanjut usia di Kuba kini tidak lagi berhak mendapat rokok bersubsidi, kata pemerintah.
Semua warga Kuba berusia di atas 55 tahun ke atas mendapat jatah empat bungkus rokok per bulan dengan harga 25% dari harga normal, tapi hak istimewa ini dicabut September.
Langkah ini merupakan upaya terbaru President Raul Castro untuk menghemat belanja negara komunis yang bersebelahan dengan Amerika Serikat tersebut.
Kuba sangat terpukul oleh resesi ekonomi dunia dan embargo perdagangan yang sudah lama diterapkan oleh AS.
Pernyataan yang dimuat di koran Granma, yang dikuasai pemerintah, menyebutkan kebijakan ini ''bagian dari langkah-langkah bertahap yang diterapkan untuk menghapuskan subsidi''.
Manfaat bagi kesehatan tidak disinggung.
Rokok ''bukan kebutuhan utama,'' katanya.
Sebagian warga lanjut usia menerima jatah rokok murah itu dan menjualnya untuk menambah uang pensiun mereka, kata wartawan BBC Michael Voss di Havana.
"Saya tersingung, sebab ini satu lagi hak yang mereka ambil dari kami,'' kata Angela Jimenez, warga berumur 64, yang menerima uang pensiun bulanan sekitar $10.
Wanita ini mengatakan dia kini akan berhenti merokok, sebab dia tidak akan sanggup membayar harga normal sekitar $ 0,33 per pak.
Rokok merupakan barang terbaru yang dtarik dari buku jatah warga kuba. Kentang dan kacang bersubsidi sudah dihapuskan dari jatah mereka bulan November.
Awal bulan Agustus, Castro mengatakan peran negara akan dikurangi di beberapa sektor untuk menghemat negara yang ''kelebihan beban''.
Dia mengatakan lebih banyak pekerja diperkenankan bekerja mandiri atau mendiri usaha kecil.


