Terbaru  19 Juli 2010 - 19:14 GMT

Bank Swiss perlihatkan karya Kafka

kafka

Max Brod menyerahkan naskah Kafka kepada sekretarisnya, Esther Hoffe

Peti penyimpan barang di Bank Zurich, Swiss, yang diyakini berisi berbagai naskah dan lukisan karya Franz Kafka akan dibuka.

Keputusan ini merupakan perubahan paling baru dalam pertarungan hukum yang sudah lama berlangsung mengenai pemilik sah naskah-naskah tersebut.

Dua wanita bersaudara warga Israel mengemukakan mereka mewarisi dokumen-dokumen itu dari ibu mereka, tetapi Israel menyatakan bahwa peninggalan Kafka itu adalah warisan kebudayaan negara.

Berbagai arsip karya sastra di seluruh dunia mengungkapkan naskah-naskah karya Kafka yang telah disembunyikan selama puluhan tahun itu, paling tidak harus diumumkan dan bisa dilihat oleh umum.

Franz Kafka adalah salah seorang pengarang paling misterius pada abad ke-20.

Ia meningal dunia tahun 1924 karena mengidap penyakit TBC di usia 40 tahun dan, jika keinginan terakhirnya dikabulkan, novel-novel seperti The Trial dan The Castle tidak akan pernah diterbitkan.

Kafka meminta seorang temannya yang sekaligus rekan sesama penulis, Max Brod, agar membakar naskah-naskah itu setelah ia meninggalkan dunia. Tetapi Brod menolak permintaan Kafka ini.

Sebaliknya ia justru menerbitkan novel-novel tersebut dan membawa surat-surat serta tulisan Kafka lain ke Israel lalu menyerahkannya kepada sekretarisnya Esther Hoffe.

Hoffe kemudian mewariskannya kepada kedua anak perempuannya.

Selama 50 tahun belakangan, naskah-naskah itu disimpan di tempat penyimpanan barang-barang berharga dalam bank di Tel Aviv dan Zurich.

Pewaris sah

Tetapi kedua anak perempuan Esther Hoffe - yang sekarang sudah berusia 70-an - mencoba menjual sebagian naskah tersebut, sehingga sengketa hukum pun terjadi.

Israel menyatakan berhak atas naskah-naskah Kafka itu sebagai bagian dari warisan kebudayaan dan berdalih bahwa karena Kafka adalah orang Yahudi, karya-karyanya menjadi milik Israel.

Namun kedua bersaudara tersebut mengatakan karya-karya Kafka ini adalah milik mereka, merekalah yang berhak menerima warisan tersebut sehingga bebas mau melakukan apa saja dengan warisan itu.

Sekarang, atas perintah seorang hakim Tel Aviv, keempat peti besi di Zurich itu akan dibuka tetapi hanya bisa dilihat oleh seorang pakar spesialis Kafka yang akan mencatat isi peti-peti besi itu lalu melaporkannya kepada hakim.

Dan bagi masyarakat umum, misteri karya-karya Kafka itu akan terus berlanjut.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.