Terbaru  14 Juni 2010 - 14:25 GMT

Milisi Somalia ancam penonton Piala Dunia

Penonton Piala Dunia

Milisi Somalia memandang sepak bola tidak Islamis

Milisi Somalia mengancam hukuman cambuk terhadap warga yang terbukti menonton Piala Dunia di televisi.

Gang kelompok Islamis dilaporkan melakukan patroli di sejumlah daerah untuk mengawasi apakah warga menonton pertandingan sepak bola.

Penggemar bola harus menonton secara rahasia atau di tempat-tempat yang dikuasai pemerintah.

Hari Sabtu milisi membunuh dua orang lewat penggerebekan sebuah rumah yang penghuninya sedang menonton.

Kelompok Hizbul-Islam juga menahan 10 orang lainnya di sebuah rumah di timur laut ibu kota Mogadishu saat para penggemar bola menonton pertandingan Argentina melawan Nigeria.

Satu mata menonton televisi, yang lainnya mengawasi pintu, sementara suara TV dikecilkan.

Penduduk Mogadishu

Juru bicara kelompok tersebut, Sheikh Mohamed Abdi Aris, mengatakan Somalia seharusnya menghormati larangan terhadap Piala Dunia.

"Kami memperingatkan semua anak muda Somalia untuk tidak menonton pertadingan Piala Dunia. Acara tersebut hanya membuang-buang uang dan waktu. Mereka tidak diuntungkan dengan menonton orang gila berlompatan," katanya.

Menonton hati-hati

Seorang penyiar memindahkan operasi ke bandara terlindung untuk menyelamatkan peralatan dari serangan selama Piala Dunia.

Penggemar setia sepak bola hanya memiliki sedikit tempat aman jika mereka ingin menonton Piala Dunia pertama yang digelar di Afrika karena kelompok al-Shabab yang menukung al-Qaida juga mengumumkan pelarangan.

Sebuah bioskop di ibu kota Mogadishu yang berada di bawah kekuasaan pemerintah menjadi salah satu tempat yang digemari pendukung sepak bola.

Sementara itu seorang pria yang tinggal di pasar kawasan milisi mengatakan kepada BBC bahwa dia menonton pertandingan Aljazair melawan Slovenia di rumah bersama keluarga.

Namun dia tidak bisa menonton pertandingan itu dengan tenang.

"Satu mata menonton televisi, yang lainnya mengawasi pintu, sementara suara TV dikecilkan," katanya.

Musuh Islam

Peta Somalia

Pemerintah hanya menguasai sebagian wilayah Somalia

Larangan menonton Piala Dunia ini didasarkan pada hukum yang diberlakukan Serikat Pengadilan Islamis yang menguasai sebagian besar wilayah Somalia selama enam bulan pada tahun 2006.

Mereka melarang warga Somalia untuk menikmati hiburan yang dianggap tidak Islami berdasarkan interpretasi ketat hukum Syariah, seperti permainan video dan menonton olah raga di tempat umum.

Wartawan BBC Mohammed Olad Hassan mengatakan hanya sedikit warga Somalia yang mampu memiliki TV kabel, jadi TV umum seringkali satu-satunya cara menonton.

Di Lembah Juba milisi pemberontak melangkah lebih jauh dengan mengatakan anak muda seharusnya tidak menonton sepak bola, meskipun di dalam rumah pribadi, karena dapat "membuat mereka tidak tertarik melakukan jihad suci".

Sebuah stasiun TV sudah diserang oleh milisi Islamis.

Al-Shabab menyatakan Universal TV sebagai "musuh Islam" karena diduga menyiarkan gambar Nabi Muhammad.

Al-Shabab sudah melarang stasiun radio memainkan musik dan mengancam sejumlah radio lainnya.

Serikat Pengadilan Islamis sudah berhasil digulingkan oleh pasukan pemerintah dukungan Etiopia.

Tetapi sejak itu kelompok pemberontak seperti al-Shabab yang menguasai daerah selatan Somalia dan sebagian besar Mogadishu.

Pemerintah yang saat ini didukung pasukan perdamaian Uni Afrika hanya menguasai sedikit wilayah ibu kota.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.