Terbaru  8 Juni 2010 - 14:17 GMT

Buaya manfaatkan ombak untuk bepergian

buaya air asin

Buaya air asin bukan binatang laut karena tergantung pada daratan

Satu penelitian menyimpulkan bahwa buaya air asin senang mengarungi ombak dan bisa bepergian ratusan kilometer dengan "naik" ombak lautan.

Para peneliti Australia mempergunakan sensor bawah laut dan satelit untuk mengikuti pergerakan 20 reptilia ini.

Mereka menemukan bahwa buaya air asin melakukan perjalanan lebih dari 10 km, namun hanya saat ombak mengalir ke arah tujuan perjalanan mereka.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal Ekologi Hewan.

Estuarine atau buaya air asin adalah reptil terbesar di bumi dan bisa tumbuh dengan panjang tubuh 5,5 meter.

Binatang ini tidak begitu bisa berenang dan habitatnya adalah di air laut -namun "rumah" mereka meliputi wilayah ribuan kilometer luasnya di Pasifik Tenggara.

Para peneliti sejak lama heran bagaimana buaya ini bisa menyebar sedemikian luas.

"Dari banyak kemampuan luar biasa binatang, kemampuan spesies tertentu untuk berpindah dalam jarak jauh melewati hambatan geografi yang luar biasa adalah salah satu yang paling hebat," tulis para peneliti ini.

Meski buaya ini menghabiskan sebagian besar kehidupan mereka di air asin, mereka tidak dianggap sebagai mahluk laut karena menggantungkan diri pada daratan untuk mencari makan dan minum.

Lautan

Buaya melintasi halangan di laut saat mereka dulu berevolusi

Dr Hamish Campbell

Dalam penelitian pimpinan Dr Hamish Campbell dari Universitas Queensland, 20 buaya air asin yang tinggal di hilir sungai North Kennedy Queensland, Australia Utara, ditangkap dan ditempeli satu alat pelacak satelit.

Selama penelitian, delapan buaya itu berkelana ke lautan. Satu buaya bergerak dari hilir sungai ke pantai barat Semenanjung York yang berjarak 590 km dalam waktu 25 hari.

Buaya ini melakukannya dengan menumpang aliran ombak di Teluk Carpentaria (yang memisahkan Semenanjung York dengan bagian barat). Aliran ombak ini terjadi secara musiman, saat musim hujan di musim panas.

"[Buaya ini] bisa hidup di air laut tanpa makan dan minum dalam periode yang cukup lama, jadi hanya dengan melakukan perjalanan ketika ombak di atas laut memungkinan mereka bisa berpindah ke tempat yang jaraknya jauh," ujar Dr Campbell.

Satu buaya lain menghabiskan waktu 20 hari untuk melakukan perjalanan sejauh 411 km.

Ketika buaya ini tiba di satu tempat, ombak besar mengalir ke arah yang berbeda dari tujuannya sehingga binatang ini selama empat hari berlindung di satu teluk dan kemudian meneruskan perjalanan ketika ombak berubah arah.

Indikasi penting

Para ilmuwan ini juga mengikuti pergerakan 27 buaya dengan mempergunakan pemancar bawah laut dan menghabiskan waktu satu tahun mengikuti semua perjalanan mereka di sungai North Kennedy.

Buaya

Buaya air laut bergantung pada ombak untuk bepergian jauh


Mereka menemukan bahwa buaya betina dan jantan secara rutin melakukan perjalanan lebih dari 50 km dari sarang, berenang ke hilir dan kembali.

Namun tim peneliti ini juga menemukan bahwa buaya air asin ini hanya akan memulai perjalanan jauh dalam satu jam setelah terjadi perubahan air pasang. Ini memungkan mereka bisa "memanfaatkan ombak".

Mereka menunda perjalanan jika ombak berubah arah, keluar dari sungai untuk naik ke bantaran kali.

Dr Campbell mengatakan hasil penelitian ini memberi indikasi penting guna mengerti evolusi reptil terbesar dunia ini.

"Penelitian ini tidak bertujuan membantu menjelaskan bagaimana buaya estuarine berpindan antar pulau, tetapi membantu teori bahwa buaya melintasi halangan di laut saat mereka dulu berevolusi," ujarnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.