Terbaru  28 April 2010 - 04:57 GMT

Komik Tintin in the Congo diprotes lagi

Komik Tintin karya Herge termasuk salah satu komik paling laris di dunia

Komik Tintin karya Herge termasuk salah satu komik paling laris di dunia

Seorang pria asal Kongo mencoba meminta salah satu komik kontroversial Tintin dilarang di negara asal komik tersebut, Belgia.

Hakim akan mengumumkan putusan apakah Tintin in the Congo boleh dijual di toko-toko di Belgia, dan jika memang boleh, apakah komik tersebut harus mencantumkan peringatan bahwa isinya berbau rasis.

Komik tersebut sudah pernah dikecam karena menampilkan stereotip rasial yang kasar.

Tiga tahun lalu Komisi untuk Comission for Racial Equality, lembaga Inggris yang ditugasi menjamin kesetaraan rasial, meminta buku tersebut dilarang.

Lembaga itu menyatakan komik tersebut menggunakan perbandingan dan kata-kata yang memuat purbasangka rasial yang menyeramkan.

Dibuat pada penghujung 1920-an, komik tersebut merupakan cerita petualangan kedua Tintin yang diciptakan oleh Herge, yang belakangan menyatakan karya tersebut adalah kekeliruan khas anak muda yang mencerminkan purbasangka pada zamannya.

Kini edisi komik tersebut di Inggris umumnya ditempatkan di rak untuk buku untuk khalayak yang lebih dewasa, dan dijual dengan label kertas di luar sampul dengan peringatan bahwa isinya bisa menyinggung.

Di Belgia, Bienvenue Mbutu, seorang warga Kongo yang menetap di negara itu meminta pengadilan Belgia melarang buku komik tersebut.

Namun dia mengatakan akan puas jika karya itu dijual dengan menambahkan peringatan seperti yang di Inggris.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.