Terbaru  26 April 2010 - 11:01 GMT

Kenya larang tempat menonton siaran bola

Sepak bola Kenya

Warga khawatir tidak bisa menonton pertandingan Piala Dunia

Ketua Majelis Ulama Kenya utara mengatakan tempat-tempat penayangan siaran langsung pertandingan sepak bola melalui televisi satelit sekarang telah dilarang.

Alasannya, kata Sheikh Khalif Mohammed, ruang-ruang tersebut memiliki pengaruh buruk bagi generasi muda. Keputusan ini dikeluarkan sekitar enam pekan sebelum pembukaan final Piala Dunia dan merupakan pukulan berat bagi penggemar sepak bola di Kenya.

Wartawan BBC di Kenya, Will Ross melaporkan bahwa sepak bola merupakan cabang olahraga yang sangat populer di Kenya, seperti halnya di negara-negara Afrika lainnya.

Banyak warga Kenya terobsesi dengan Liga Primer Inggris dan mereka berbondong-bondong mendatangi ruang video guna menonton pertandingan langsung yang disiarkan oleh televisi satelit.

Namun kini sebagian penduduk di Mandera, sebuah kota di Kenya utara, tidak bisa menonton pertandingan langsung dan tentu mereka tidak senang dengan keadaan itu khususnya karena Piala Dunia akan digelar tidak lama lagi.

Ganti rugi

Ketua Majelis Ulama Kenya utara, Sheikh Khalif Mohammed mengatakan ruang-ruang menonton bola berdampak buruk bagi kaum muda dan keberadaannya telah dilarang.

Arsenal melawan  Tottenham

Banyak warga Kenya menonton siaran langsung Liga Primer Inggris

Dia menegaskan ruang-ruang tersebut tidak akan dibuka lagi menjelang Piala Dunia.

"Kalau ada orang yang ingin menonton Piala Dunia di rumahnya tidak masalah, tapi mereka dilarang menonton di tempat-tempat umum," tegasnya.

Sheikh Khalif Mohammed mengatakan keputusan diambil bersama dengan pihak berwenang setempat karena, menurutnya, anak-anak cenderung menonton siaran langsung di ruang menonton dan membolos sekolah.

Selain itu, kata Mohammed, mereka suka menonton vodeo porno. Sebagian besar penggemar bola di Kenya utara menonton pertandingan melalui jaringan satelit Afrika Selatan, DSTV, tetapi mereka tidak mampu berlangganan di masing-masing sehingga mereka menonton pemain idola mereka di tempat-tempat penayangan dengan membayar sedikit ongkos masuk.

Ulama Sheikh Khalif Mohammed mengatakan alat-alat untuk menerima siaran satelit DSTV telah disita dari ruang-ruang menonton pertandingn dan para pemiliknya diberi ganti rugi guna memulai usaha baru.

Bagaimanapun, sebagian warga mempertanyakan dasar hukum langkah tersebut. Bahkan sebagian kalangan mengatakan tindakan di Kenya utara ini paralel dengan sejumlah kejadian di negara tetangga Kenya, Somalia.

Kelompok pemberontak berhaluan Islam di Somalia memberlakukan sejumlah peraturan, antara lain larangan sepak bola, film dan musik di radio. Mereka juga memaksa penduduk pria untuk memelihara jenggot dan bahkan melarang perempuan mengenakan BH.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.