Terbaru  1 Maret 2010 - 13:37 GMT

Kegemukan mengundang penyakit jantung


obese

kegemukan pada anak-anak bisa mengundang penyakit jantung

Anak-anak obese (kegemukan) berumur 3 tahun menunjukkan tanda-tanda akan mengidap penyakit jantung di kemudian hari.

Kajian yang dilakukan terhadap 16 ribu anak-anak serta remaja memperlihatkan bahwa mereka yang paling gemuk menunjukkan tanda-tanda menderita peradangan dan berdasarkan ini bisa diperkirakan bahwa mereka akan mengidap penyakit jantung di kemudian hari

Secara keseluruhan, 40% dari anak-anak yang kegemukan dalam golongan usia 3 hingga 5 tahun mengalami peningkatan protein C-reaktif (CRP) bila dibandingkan dengan 17 anak-anak dengan berat badan yang sehat, demikian dilaporkan oleh para pakar penyakit anak-anak.

Tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan adanya kaitan dengan penyakit jantung di kemudian hari.

Kajian yang dilakukan oleh sebuah tim di Universitas North Carolina (UNC), di Amerika Serikat tersebut, meneliti anak-anak berusia antara satu hingga 17 tahun.

Secara keseluruhan, hampir 70% memiliki berat badan yang sehat, 15% melampau batas yang sehat atau kegemukan dan 3,5% sangat kegemukan (obese).

Dalam kelompok usia yang lebih tua, proporsi mereka yang berada dalam kategori sangat kegemukan dengan tingkat protein C-reaktif yang tinggi, meningkat lebih tinggi lagi.

Menjelang usia 15 - 17 tahun, 83% dari mereka yang sangat kegemukan mengalami peningkatakan CRP bila dibandingkan dengan 18% anak-anak yang memiliki bobot badan yang sehat.


Peradangan

CRP ditemukan dalam darah, dan tingkatnya yang tinggi merupakan satu tanda dari terjadinya peradangan di dalam tubuh.

Karena kerusakan yang terjadi dalam penyakit jantung disebabkan oleh peradangan pada dinding pembuluh nadi, maka hal itu bisa digunakan sebagai tanda umum mengenai adanya resiko penyakit jantung.

Pada orang dewasa, berbagai kajian telah mengkaitkan antara tingginya tingkat CRP dengan kemungkinan serangan jantung di masa depan.

Para peneliti juga meneliti dua penanda adanya peradangan yang lain pada anak-anak yang kegemukan dan mereka menemukan bahwa tingkatnya lebih tinggi pada anak-anak berusia 6 tahun sedangkan yang lainnya pada anak-anak berusia 9 tahun.

Kepala penilitian, Dr Asheley Cockrell Skinner, seorang asisten profesor pada bagian penyakit anak-anak di UNC School of Medicine, mengatakan temuan itu merupakan satu kejutan.

"Kami melihat adannya hubungan antara berat badan dengan tanda-tanda peradangan jauh lebih dini daripada yang kami telah kami perkirakan sebelumnya."

Kami melihat adannya hubungan antara berat badan dengan tanda-tanda peradangan jauh lebih dini daripada yang kami telah kami perkirakan sebelumnya.

Dr Asheley Cockrell Skinner

Peneliti lain, Dr Eliana Perrin, menambahan: "Dalam kajian ini kami tidak bisa menjelaskan apakah peradangan atau kegemukan (obesitas) lebih dulu terjadi, namun sebuah teori mengatakan bahwa obesitas mengakibatkan peradangan yang kemudian juga mengakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Masih banyak penelitian yang harus dilakukan sebelum kami bisa memahami implikasi menyeluruh dari temuan-temuan ini."

"Namun kajian ini menunjukkan bahwa anak-anak dalam usia yang sangat dini dan kegemukan telah mengalami peradangan dibandingkan dengan anak-anak yang tidak kegemukan, dan kenyataan ini sangat mengkhawatirkan.

Judy O'Sullivan, seorang juruwarat penyakit jantung di British Heart Foundation, mengatakan temuan itu menarik, namun apakah tanda-tanda peradangan pada anak-anak berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit jantung di kemudian hari perlu diteliti lebih lanjut.

"Walaupun begitu, kajian ini secara lebih tegas menunjukkan bahwa pentingnya memastikan anak-anak berusaha mempertahankan berat badan yang sehat mulai dari usia dini agar mereka tetap sehat sepanjang hidup, melakukan kegiatan fisik secara teratur dan memperoleh diet yang seimbang, seyogyanya dipandang sebagai komponen-komponen yang sangat penting.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.