Terbaru  19 Februari 2010 - 07:30 GMT

Kontroversi film Alexandre Dumas

Gerard Depardieu

Gerard Depardieu terpilih memerankan sosok penulis Alexandre Dumas

Sebuah film yang mengangkat kehidupan penulis Prancis abad ke-19 Alexandre Dumas telah menyulut api kontorversi. Penyebabnya adalah pemilihan seorang aktor kulit putih untuk memerankan Dumas yang keturunan Afrika.

Aktor kulit putih yang terpilih memerankan Alexandre Dumas adalah aktor kawakan Gerard Depardieu.

Aktor yang pernah memperoleh nominasi Oscar dan Golden Globe ini terpaksa harus "menghitamkan" kulit dan mengenakan wig keriting untuk memerankan Dumas penulis novel-novel terkenal seperti The Count of Monte Cristo dan The Three Musketeers.

Pemilihan Depardieu ini mengundang komentar para kritikus film. Mereka berpendapat industri film Prancis secara terang-terangan mengabaikan asal usul etnis penulis besar abad ke-19 itu.

Seharusnya, pemeran Dumas adalah aktor yang memiliki darah atau keturunan campuran layaknya sang penulis.

Sang sutradara mungkin memilih Depardieu karena dia adalah salah satu aktor terbaik Prancis yang dinilai cocok memerankan salah satu penulis terbaik negeri mode itu. Sayangnya, Depardieu adalah murni seorang kulit putih sementara Dumas memiliki dara Afrika dari ibunya.

Dumas adalah cucu seorang budak asal Haiti dan sering menyebut dirinya sendiri sebagai orang Negro.

Sehingga, pemilihan aktor kulit putih untuk memerankan Alexandre Dumas menimbulkan kecurigaan adanya masalah rasisme dalam proses produksi film ini.

Mengejutkan dan memalukan

Presiden Majelis Asosiasi Kulit Hitam Prancis, Patrick Lozes merasa asal usul Afrika Alexandre Dumas secara terang-terangan coba dihilangkan di layar lebar.

Dalam banyak karikatur atau sketsa Dumas selalu digambarkan berbibir tebal, berambut gaya Afro, dan tampak mirip monster

Claude Schoop

"Hal ini sangat mengejutkan dan memalukan. Dengan terpilihnya aktor kulit putih sama saja dengan mengatakan tidak ada aktor berkulit hitam yang cukup berbakat untuk memerankan Alexandre Dumas. Dan hal itu sama sekali tidak benar," ujar Lozes.

Sejarawan Claude Schopp mengatakan meskipun buku-buku Dumas selalu dipuji oleh orang-orang pada zamannya, namun Dumas juga kerap diolok-olok karena warna kulitnya.

"Dalam banyak karikatur atau sketsa Dumas selalu digambarkan berbibir tebal, berambut gaya Afro, dan tampak mirip monster," kata Schopp.

Sutradara film berjudul L'Autre Dumas ini menegaskan tidak ada maksud apa pun, apalagi dengan alasan rasisme, Depardieu terpilih memerankan tokoh Alexander Dumas.

Depardieu terpilih semata-mata karena aktor ini dianggap cocok dan mampu memunculkan semangat seorang Dumas di layar lebar.

Dan meskipun secara etnis Depardieu memang berbeda dengan Dumas, namun para pembuat film yakin tidak ada orang lain yang cocok memerankan sosok sang penulis yang begitu berwarna selain Gerrard Depardieu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.