Terbaru  27 Januari 2010 - 15:40 GMT

Avatar kalahkan Titanic

Avatar

Film fiksi ilmiah Avatar laris di Cina dan di banyak negara lain

Kapal Titanic tenggelam tahun 1912. Sekarang film terlaris yang terilhami oleh peristiwa tenggelamnya Titanic juga tenggelam.

Namun kali ini bukan puncak gunung es yang mengkandaskan kapal tersebut, tetapi film tiga dimensi atau 3D tentang satu suku asing berkulit biru mempertahankan planet mereka dari manusia yang datang menyerbu.

Akhir dekade lalu, film epik Titanic karya James Cameron menjadi film paling sukses dengan mencetak US$ 1,843 miliar secara global.

Tetapi rekor itu ditumbangkan oleh Avatar, juga disutradarai Cameron, yang minggu ini berhasil mencuri gelar sebagai juara film terlaris global dengan mencetak US$ 1,859 miliar.

Ini prestasi sutradara Kanada berusia 55 tahun yang luar biasa dan kecil kemungkinan bisa terulang dalam masa hidup kita ataupun masa hidup Cameron.

Film ini juga merupakan prestasi studio 20th Century Fox dan perusahaan induknya NewsCorp yang membiayai pertarungan fiksi ilmiah yang berani dan didominasi oleh gambar-gambar hasil rekayasa komputer.

Singkatnya, Avatar menjadi fenomena yang berhasil menangkap semangat budaya zaman ini dengan cara yang hanya bisa diprediksi oleh sedikit orang.

Film ini berhasil walaupun hanya dibintangi oleh sedikit aktris dan aktor tenar dan mendapat reaksi beragam dari para kritikus film. Banyak dari para kritikus film mengecam alur ceritanya, dialog dan karakterisasi tokoh-tokoh di dalamnya.

Film ini juga mendapat banyak kecaman dari kalangan blogger atau penulis di internet, beberapa di antara mereka menyerang film yang mereka anggap anti-Amerika dan memilki agenda pegiat lingkungan.

Beberapa bahkan menuduh film ini rasis dalam menggambarkan seorang pahlawan kulit putih datang membantu masyarakat asli yang tertindas yang secara tidak sengaja diperankan oleh aktor-aktor Amerika keturunan Afrika dan warga keturunan Indian Amerika.

Efek visual

Para pemeran Avatar

Para pemeran film Avatar ketika menerima piala Golden Globes

Tidak seorangpun yang akan mengklaim Avatar sangat artistik, misalnya jika dibandingkan dengan Titanic sebagai karya seni modern.

Tetapi film ini dipuji dari segi efek visualnya yang luar biasa. Film ini sanggup membawa penonton secara luar biasa mengalami dunia angkasa luar.

Hanya berdasarkan efek visualnya saja, Avatar, film pertama Cameron setelah Titanic yang meraih 11 piala Oscar tahun 1998, seharusnya cukup untuk memastikan film ini akan laris.

Namun perlu kombinasi penjadwalan yang luar biasa, pemasaran yang agresif serta dorongan yang tinggi dikalangan industri film untuk menghidupkan kembali 3D sehingga akhirnya potensi penuh film ini bisa terwujud.

Film ini dilaporkan merupakan film dengan biaya produksi termahal yaitu dengan anggaran paling tidak 300 juta dolar Amerika.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.