Mobil hemat energi dan sensor untuk angklung

  • 5 Maret 2013
Arif Aulia

BBC Indonesia mengajak kaum muda untuk saling berbagi inspirasi.

Acara tahunan ‘Get Inspired!’ kali ini menampilkan para pemuda yang kreatif dan inovatif dalam bidang teknologi dan inovasi.

Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar mengusulkan mobil hemat energi wisata yang dilengkapi dengan robot angklung sebagai sarana promosi pariwisata Indonesia.

Usulan ini terangkat dalam diskusi Get Inspired - Berbagi Inspirasi Lewat Teknologi dan Inovasi di universitas Makassar itu.

Mobil yang diusulkan ini menyusul pemaparan perwakilan tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya tentang mobil hemat energi Sapu Angin dan perwakilan tim robot angklung Institut Teknologi Bandung.

Arif Aulia Rahhman, mahasiswa teknik mesin, ITS mengangkat persiapan Tim Sapu Angin dalam merakit mobil Sapu Angin 7 Evolution dengan sasaran jarak 300 km dengan hanya satu liter solar.

Mobil ini akan dibawa ke lomba tingkat Shell eco-marathon Asia pada bulan Juli mendatang setelah sebelumnya menang tiga tahun berturut-turut.

Mereka harapkan suatu saat nanti mobil ini akan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Klungbot

get inspired
Ari Angga Rohim (kiri) dan Arif Aula Rahhman berbagi inovasi dengan sejumlah mahasiswa di Makassar.

Sementara Ari Angga Rohim, tim robot angklung ITB masih terus mengembangkan salah satu teknologi, sensor Kinect, untuk memainkan robot musik ini.

Dengan sensor ini, para pengguna dapat menggerakkan tangan untuk bermain angklung.

“Kami ingin menggabungkan apa yang tengah dikerjakan oleh tim ITS dan ITB ini, dengan membuat mobil wisata hemat energi yang dengan robot angklung,” kata Ardan, salah seorang peserta diskusi di Universitas Hasanudin, Makassar, Senin, 11 Maret.

“Dengan mobil ini, kita dapat sekaligus mempromosikan wisata,” tambahnya.

Setelah menyaksikan video aktifitas tim ITS dan ITB ini, sekitar 150 mahasiswa dibagi menjadi tujuh kelompok untuk membicarakan gagasan yang tercetus.

Helm berpendingin dan wadah antisemut

Diskusi Get Inspired kali ini diselenggarakan di dua kota, termasuk di Denpasar, Bali, Kamis, 7 Maret lalu.

Pembicara dalam diskusi di Bali termasuk Linus Nara Pradhana, 13 tahun, penggagas temuan helm untuk mencegah gegar otak serta helm berpendingin.

Fungsi utama helm adalah untuk membuat pegendara sepeda motor nyaman terutama saat matahari terik. Nara juga membuat helm pencegah gegar otak dengan menggunakan bahan kimia sebagai alat kompres bila terjadi benturan.

Tentu tak semua penemu muda sibuk mengurus kenyamanan berkendaraan di jalan raya dan langkah hemat energi.

Seorang pelajar SMA di Bogor, Muhammad Imaduddin Shiddiq, menggagas terciptanya wadah makanan yang bebas dari rubungan semut.

Itulah contoh dari beberapa kaum muda yang telah menggunakan kreativitas mereka untuk menciptakan sesuatu yang baru yang diharapkan suatu saat nanti akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Melalui BBC Indonesia mereka akan bercerita tentang apa dan bagaimana mereka berkarya.

BBC Indonesia berharap Anda akan terilhami oleh ketekunan dan kreatifitas mereka.

Bila Anda sendiri juga seorang inovator, dan ingin berbagi inspirasi dengan kaum muda lainnya, kami akan menyambut baik cerita Anda.