BBC navigation

Obama dan Romney bersilang pendapat soal kebijakan luar negeri

Terbaru  31 Oktober 2012 - 01:26 WIB

Presiden Barack Obama, calon dari Demokrat dan Mitt Romney, capres Republik, terlibat debat sengit selama tiga putaran mengenai kebijakan luar negeri negara itu.

Berikut adalah kutipan dan ringkasan posisi mereka dalam masalah luar negeri.

Iran

Isu utama: program nuklir Iran, kemungkinan pengembangan senjata atom, kemungkinan perang dan spekulasi mengenai serangan oleh Israel.

  • Kata Obama: "Negara-negara kuat dan presiden-presiden tangguh berbicara dengan lawan-lawan mereka".
  • Sikap: Iran tidak boleh dibiarkan mempunyai senjata nuklir. Obama belum mengesampingkan semua kemungkinan jalan yang bisa ditempuh tetapi jelas lebih menginginkan solusi perundingan baik melalui perlibatan maupun penerapan sanksi. Meski upaya awal untuk melibatkan Iran gagal, penerapan sanksi tampaknya menyebabkan dampak seperti yang dikehendaki pemerintah Amerika Serikat.
  • Kata Romney: "…kalau Anda memilih saya sebagai presiden mendatang, Iran tidak akan mempunyai senjata nuklir…".
  • Sikap: Mengambil posisi lebih keras. Romney tidak hanya bersikeras tidak akan membiarkan Iran mempunyai senjata nuklir tetapi juga tidak akan membiarkan Iran mempunyai kesanggupan dalam masalah nuklir. Romney menolak pelibatan Iran tetapi berjanji akan mengusung sanksi lebih keras. Namun demikian, dia mengatakan ancaman serangan militer terhadap Iran harus diperjelas kepada rakyat Iran.

Israel

Isu utama: permukiman Israel di wilayah pendudukan, perundingan damai dengan pemerintah Palestina, dan pendirian negara Palestina.

  • Kata Obama: "Komitmen kita terhadap keamanan Israel tidak boleh goncang, demikian pula usaha kita mewujudkan perdamaian".
  • Sikap: Obama menegaskan komitmen terhadap keamanan Israel tetapi memandang situasi Palestina tidak bisa dipertahankan. Dia mendukung solusi dua negara. Obama menuntut gerakan Hamas menerima hak Israel untuk tetap ada dan menolak kekerasan. Menentang permukiman Israel di wilayah pendudukan dan masalah ini telah menyebabkan perpecahan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

  • Kata Romney: "Kunci perundingan damai langgeng adalah memastikan bahwa Israel tahu negara itu akan aman".
  • Sikap: Menyebut Israel sebagai sekutu Amerika Serikat paling dekat dan mengecam Obama karena menjaga jarak. Romney lebih terbuka terhadap permukiman Yahudi dan menghendaki peningkatan ekonomi di wilayah Palestina dan bukan memberikan status lebih tinggi kepada Palestina. Dia berkunjung ke Israel dalam masa kampanye dan dilaporkan mengatakan "Palestina tidak tertarik mewujudkan perdamaian".

Arab / Dunia Muslim

Isu utama: Dampak pergolakan Arab, konflik sipil Suriah, film anti-Islam yang menyulut demonstrasi menentang Amerika.

  • Kata Obama: "Amerika dan Islam tidak terpisah dengan yang lain dan tidak perlu berkompetisi".
  • Sikap: Sejak awal ketika naik ke puncak kekuasaan, Obama berusaha mendekati dunia Arab dan Muslim. Mendukung reformasi demokratik di kawasan dan menjabarkan rencana pendanaan investasi dan pinjaman pembangunan infrastruktur serta pembukaan lapangan pekerjaan. Bergabung bersama NATO masuk ke Libia guna menggulingkan Kolonel Muammar Gaddafi dan menyetujui sanksi ekonomi terhadap Suriah dan menyerukan kepada Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan kekuasaan tanpa ditunda-tunda lagi. Membela kebebasan berbicara terkait film yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan mengecam kekerasan yang timbul akibat film itu.

  • Kata Romney: "Pemerintahan Romney akan bekerja keras untuk memastikan bahwa Arab Spring tidak akan diikuti dengan Arab Winter".
  • Sikap: Romney memandang Arab Spring, atau pergolakan dan revolusi negara-negara Timur Tengah untuk menggulingkan rezim otoriter dan menciptakan tatanan baru, sebagai kesempatan untuk membawa perubahan. Romney setuju dengan partisipasi militer Amerika di Libia tetapi berbeda pendapat mengenai waktunya. Mengecam Obama karena dianggap "tidak bertindak" dalam masalah Suriah. Romney ingin Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mengatur dan mempersenjatai kelompok-kelompok oposisi Suriah.

Cina

Isu utama: Menolak kebangkitan ekonomi Cina, kekuatan politik dan militer, defisit perdagangan, dan hak asasi manusia .

  • Kata Obama: "Amerika Serikat tidak berusaha membendung Cina … Cina yang kuat, makmur dapat menjadi sumber kekuatan komunitas bangsa-bangsa".
  • Sikap: Menjalin hubungan kooperatif atas dasar pendekatan pragmatis dan damai, tetapi menyerang Beijing karena diduga memanipulasi mata uangnya dan melakukan praktik perdagangan curang. Obama khawatir dengan peningkatan pengaruh Cina di Asia dan merancang rencana untuk memperbesar kehadiran marinir AS di kawasan.

  • Kata Romney: "Kalau Anda tidak mau berhadapan dengan Cina, Anda akan digilas oleh Cina".
  • Sikap: Menyuarakan pendekatan garis keras, termasuk kemampuan militer yang kuat di Pasifik, memperdalam kerjasama dengan India dan negara-negara sekutu lain di kawasan, membela hak asasi manusia dan mendorong Cina menempuh kebijakan perdagangan yang adil. Menolak upaya Obama di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam menghadapi Cina dan menyebutnya "terlalu terlambat, terlalu sedikit". Secara terbuka berbicara mengenai dugaan manipulasi mata uang Cina dan peretasan komputer pemerintah serta perusahaan. Mengakui Cina sebagai negara dengan perekonomian kuat yang bisa menjadi mitra dagang tetapi dengan landasan peraturan-peraturan ketat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.