BBC navigation

Perdamaian masih jadi PR gubernur Aceh terpilih

Terbaru  7 April 2012 - 11:26 WIB
aceh, election

Spanduk kampanye kandidat gubernur Aceh masih terpampang di jalan pasca masa kampanye

Spanduk dan baliho yang bergambar foto pasangan calon kepala daerah masih terpasang di sejumlah sudut kota Banda Aceh, meski kampanye telah berakhir pada Kamis (5/4) malam.

Dalam spanduk yang terpasang, masalah pembangunan menjadi perhatian utama dalam program yang ditawarkan kepada sekitar 3,2 juta pemilih. Selain itu ada juga kandidat yang menyebut tentang perdamaian dalam bahan kampanye mereka.

Meski mengusung perdamaian, selama proses pemilihan kepala daerah masih terjadi sampai berakhirnya masa kampanye sekitar 37 kasus kekerasan yang memenuhi unsur pidana, seperti disampaikan oleh Kepolisian Daerah Aceh. Antara lain kasus pembakaran kendaraan tim sukses, penembakaran dan perkelahian antara pendukung kandidat kepala daerah.

Meski banyak kasus terjadi di luar Banda Aceh, kasus kekerasan yang terjadi selama proses pemilu kepala daerah ini, menimbulkan kekhawatiran warga di Ibukota NAD.

Salah seorang penduduk Banda Aceh Hendra, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap persaingan antar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang sangat ketat, dan beberapa kali menimbulkan perkelahian.

"Takutnya persaingan seperti itu akan terjadi juga setelah pemilu, jika ada calon yang menang nanti pendukung yang kalah tidak terima, makanya saya agak khawatir juga akan berpengaruh ke ekonomi," kata Hendra kepada wartawan BBC Sri Lestari di Banda Aceh.

Sementara itu, Deswita Taura karyawan swasta di Banda Aceh berharap para pendukung calon kepala daerah menyayangkan situasi yang terjadi dan khawatir akan berdampak kepada pembangunan dan perdamaian di Aceh yang sudah berjalan selama lebih dari 6 tahun ini.

"Saya harapannya pemilu ini damai, rakyat lebih sejahtera, korupsi dikurangi itu aja. pertama damai dulu, karena dengan situasi politik ya agak takut ya, karena rakyat Aceh kan pernah konflik, " kata Deswita.

Syarat perdamaian

Deswita menilai konflik ditingkat elit tidak berimbas terhadap ekonomi Aceh yang mulai berkembang.

"Beberapa penembakan itu membuat citra aceh jadi terpuruk lagi, jadi citra damai gitu , kalau damai ya ekonomi bisa bangkit pariwisata bisa tumbuh," tambah dia.

Pemerhati masalah Aceh Otto Syamsudin Ishak mengharapkan para kandidat memiliki komitmen terhadap perdamaian Aceh, tetapi dia menilai dalam proses pemilu kepala daerah ini lebih tampak ambisi mereka untuk menang, dibandingkan dengan menjaga perdamaian.

"Kalo saya lihat dari proses yang ada sampai debat kandidat, lebih kuat ambisi mereka untuk menang, ya yang penting kami menang dulu, dalam debat pun tidak ada topik sedikitpun tentang perdamaian, dan mencari titik lemah kandidat yang lain," kata Otto di Banda Aceh.

Dalam debat kandidat gubernur di hari terakhir kampanye, Otto mendapatkan kesan para calon gubernur menempatkan perdamaian tidak menjadi prasyarat untuk pembangunan jika mereka berkuasa.

"Situasi pasca pilkada ini yang harus diwaspadai, jika tidak ada konsep perdamaian akan terjadi pengusuran orang-orang yang kalah, dan bisa mempengaruhi jalannya pemerintah, ini yang harus menjadi perhatian," kata dia.

Tetapi Otto menilai, kesadaran politik masyarakat sudah meningkat sehingga konflik tidak menyebar dan hanya terjadi diantara tim sukses calon kepala daerah.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil sedang membahas antisipasi yang harus dilakukan pasca pengumunan hasil pemilu kepala daerah nanti, salah satunya dengan mengajak tokoh-tokoh senior Aceh untuk mencari solusi bersama untuk menjaga perdamaian Aceh.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.